20 Dayang SMAN 1 Jenangan Ikuti Pawai Lintas Sejarah

Redaksi 73 Kali Dilihat 0 Komentar

20 Dayang SMAN 1 Jenangan Ikuti Pawai Lintas Sejarah

20 Dayang SMAN 1 Jenangan

Ponorogo - beritaplus id | Kirab lintasan sejarah dan jamasan pusaka dalam rangka perayaan Grebeg Suro dan peringatan hari jadi ke 526 kabupaten Ponorogo diikuti oleh perwakilan instansi pemerintah maupun pendidikan.

SMAN 1 Jenangan ditunjuk oleh Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Ponorogo untuk mengikuti kirab pusaka lintas sejarah dalam rangka peringatan Grebeg Suro ke 526, Jum’at (29/7/2022).

Mursid, M.Pd kepala sekolah SMAN 1 Jenangan mengucapkan Alhamdulillah setiap tahun dipercaya oleh Kabupaten Ponorogo Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Ponorogo dalam hal ini Kecamatan Jenangan.

IMG-20220801-WA0031

Bersama bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

“Setelah 2 tahun tidak mengikuti kegiatan ini karena dampak covid 19. Perasaan senang karena bisa ikut melestarikan budaya daerah Ponorogo sesuai dengan tema kabupaten Ponorogo yaitu Bergandeng erat, bergerak cepat, menuju Ponorogo hebat,”sebutnya.

Selain itu menurut Mursid, juga ikut menyemarakan hari jadi kabupaten Ponorogo serta menunjukan eksistensi SMAN 1 Jenangan bahwa sekolah tetap menjunjung tinggi budaya daerah.

“Dalam tampilan kirab ini SMAN 1 Jenangan ditunjuk menjadi sebagai putri Songgolangit yang diikuti oleh dayang dayang sejumlah 20 orang. Kegiatan yang dimulai dari upacara serah terima pusaka di kompleks makam Batoro Katong dilanjutkan iring iringan lintas sejarah menuju Paseban alun alun Ponorogo,”jelas Mursid.

Sementara, Esti Suprapti BAM, S.Pd Waka Kesiswaan menjelaskan bahwa kesiapan untuk mengikuti pawai lintas sejarah ini sudah jauh jauh hari dipilih siswi siswi yang menjadi putrid Songgolangit dan Dayang dayang. “SMAN 1 Jenangan berpartisipasi aktif yang merupakan kesempatan yang berharga sehingga segala bentuk persiapan dilakukan,”tuturnya,

Dijelaskan pula bahwa, Putri Songgolangit dan Dayang merupakan pengawal pusaka yang berjalan kaki.

“Anak anak sangat antusias dan semangat meskipun berjalan kaki jarak 10 KM didampingi ibu guru pendamping,”pungkasnya. (aw) .

Tinggalkan Komentar