Bupati Sugiri Tekankan Tranformasi Kesehatan di Peringatan HKN ke 95

Redaksi 45 Kali Dilihat 0 Komentar

Bupati Sugiri Tekankan Tranformasi Kesehatan di Peringatan HKN ke 95

Ponorogo - beritaplus.id | Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko didampingi Istri beserta Forkopimda hadir di Gedung Sasana Praja dalam memperingati Hari Keshatan Nasional (HKN) Selasa, (14/11/2023).

Tema peringatan HKN tahun 2023 Transformasi Kesehatan Untuk Indonesia Maju yang mana transformasi kesehatan ini merupakan sebuah inisiasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan yang mencakup 6 pilar transformasi. Yaitu transformasi Layanan Primer, Layanan Rujukan, Sistem Ketahanan Kesehatan, Sistem Pembiayaan Kesehatan, SDM Kesehatan, dan Teknologi Kesehatan.

Dalam kesempatan itu Bupati Sugiri menekankan pentingnya menerjemahkan 6 pilar tranformasi kesehatan yang disampaikan dalam sambutannya.

“Oleh karena dalam momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 ini saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan membangun kesehatan, dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Masyarakat berbudaya harus berperilaku hidup sehat,”kata Bupati Sugiri.

Menurut Bupati dari 6 pilar transformasi itu, yang terpenting adalah SDM kesehatan. Mainset SDM baik itu tenaga kesehatan maupun masyarakat harus ditingkatkan untuk kesehatan. 

“Mainset melayani untuk nakes, dan masyarakat harus berdaya untuk berperilaku hidup sehat,”terangnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningarti, S.KM, M.Kes menerangkan bahwa momentum HKN tahun ini, bagi nakes untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.

“Terlebih lagi pelayanan bagi masyarakat, yakni ditekankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan begitu program-program yang dicanangkan bisa langgeng. Sehingga tidak hanya top down tetapi juga bottom up, beriringan menjadi balance,”jelas Ayuk.

Terkait Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Kadinkes tidak henti-hentinya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. 

“Untuk memasyarakatkan PHBS tentu merubah perilaku seseorang. Sedangkan untuk mengubah itu, tidak semudah membalik telapak tangan. Perlu proses untuk menyadarkan masyarakat hidup dengan pola-pola bersih dan sehat,”tandasnya.

Ayuk memberi semangat untuk tidak lelah dalam mensosialisasikan PHBS. sebab untuk menjalankan pola yang sehat itu, tentu harus mengubah perilaku.(aw)

Tinggalkan Komentar