Sosok Hamidah Apriani Eka Putri, Kartini Modern di Era Kini

Reporter : Ida Djumila

Surabaya, beritaplus.id – Peran perempuan Indonesia terus menunjukkan kemajuan signifikan. Kini, perempuan tidak hanya hadir dalam ranah domestik, tetapi juga mampu berkarier, mandiri, dan mengambil keputusan penting dalam kehidupan.

Perubahan sosial, akses pendidikan yang semakin inklusif, serta semangat perjuangan kesetaraan gender telah membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang. Pemikiran R.A. Kartini tentang pentingnya pendidikan dan emansipasi perempuan pun tetap relevan hingga saat ini.

Meski demikian, tantangan kesetaraan gender masih terus ada, mulai dari kesenjangan upah, keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan, hingga isu kekerasan terhadap perempuan.

Di tengah dinamika tersebut, hadir sosok perempuan inspiratif, Hamidah Apriani Eka Putri, S.Ak., yang dapat disebut sebagai Kartini modern. Ia tengah meniti karier di bidang perpajakan dan menunjukkan bahwa perempuan mampu berprestasi sekaligus mandiri.

Hamidah merupakan perempuan asal Banyu Urip Lor, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur.

Saat ini, ia berdomisili di Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD GIKI 1, kemudian SMPN 4 Surabaya, dan SMAN 3 Surabaya.

Ia melanjutkan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya dengan mengambil D3 Akuntansi dan melanjutkan ke jenjang S1 Akuntansi di kampus yang sama.

Sejak masih kuliah, Hamidah telah mulai meniti karier di bidang perpajakan. Ia bergabung dengan CV. Lanjari Mitra Konsultindo dan memulai karier dari posisi staf.

Meski telah memenuhi syarat untuk membuka praktik mandiri, Hamidah memilih tetap berkarier di perusahaan tersebut. Menurutnya, lingkungan kerja memberikan proses pembelajaran yang berharga, baik dari sisi teknis maupun etika profesi.

Kini, ia menjalani aktivitas profesional dengan mobilitas tinggi, menempuh rutinitas perjalanan Gresik – Surabaya – Sidoarjo setiap harinya.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa menjadi perempuan Indonesia yang menjadi penerus Ibu Kartini,” ujarnya.

Hamidah juga mengajak perempuan Indonesia untuk berani bermimpi dan mewujudkan cita-cita.

“Kartini modern adalah agen perubahan yang terus memperjuangkan nilai-nilai yang diyakini Kartini, mampu beradaptasi dengan tantangan zaman, serta menginspirasi generasi berikutnya untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara,” tuturnya.

Ia menegaskan, setiap perempuan yang berani bermimpi, berjuang, berkarya, dan memberi dampak positif bagi lingkungan dapat menjadi Kartini modern di bidangnya masing-masing.
(Imron)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru