SMPN 1 Ponorogo Tunjukkan Komitmen Lestarikan Budaya Adiluhung, Dalang Cilik Arganata Memukau Penonton

Reporter : Bayu

Ponorogo, beritaplus.id | Komitmen SMPN 1 Ponorogo dalam melestarika seni budaya adi luhung patut mendapat acungan jempol. Betapa tidak, sekolah yang dinahkodai Kuat,S.Pd ini melalu kegiatan ekstra kurikuler sukses menggelar pentas wayang kulit bertempat di  Mixzone Creative Sabtu (30/5/2026) malam.

SMPN 1 Ponorogo menampilkan dalang Arganata yang diringi grup karawitan Sri Manunggal bersama para sinden Tyas Rahayu, Tri Utari dan Nenaky Triasmara.

Baca juga: Kapolres Ponorogo Jadi Pembina Upacara di SMPN 1 Ponorogo, Tekankan Disiplin dan Stop Bullying

Mengusung lakon Sang Sinatriya Prawirotama pagelaran wayang kulit ditandai dengan penyerahan tokoh wayang dari Ketua Pepadi Ponorogo Sindu Prawoto kepada dalang Ki Arganata turut mendampingi Kabid Disbudparpora Yayuk.

Pementasan wayang kulit dalang cilik Arganata Prayudyatama malam Minggu yang diinisiasi Disbudparpora dan Pepadi memukau penonton mencuri perhatian para pengguna jalan Pramuka untuk menyaksikan apalagi tempatnya yang strategis dan luas membuat penonton betah berlama-lama.

Kuat, S.Pd Kepala SMPN 1 Ponorogo menjelaskan bahwa sekolahnya aktif melestarikan seni budaya dengan menampilkan dalang cilik di berbagai event. 

Tak tanggung-tanggung dalang cilik Ki Arganata Prayudyatama sudah meraih juara 1 Festival Dalang Bocah Kabupaten Ponorogo Tahun  2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kab. Ponorogo bekerjasama dengan PEPADI sekaligus meraih predikat dalang mumpuni.

Baca juga: SMPN 1 Ponorogo Raih Juara 1 Putri dan Juara 2 Putra LT-III Pramuka, Melaju ke LT-IV Jawa Timur

Dirinya berharap, melalui kegiatan ini para siswa dapat semakin mencintai dan melestarikan seni budaya wayang kulit sebagai warisan leluhur.

“Melalui pementasan ini diharapkan anak tidak hanya mampu menyajikan pertunjukan wayang yang estetis,  tetapi juga matang secara etika (olah rasa dan olah pikir). Hasil akhirnya adalah lahirnya generasi muda yang "Kuncara" (unggul) namun tetap "Andhap Asor" (rendah hati),”kata Kuat.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting termasuk Kepala Disbudparpora, Ketua Pepadi, serta wali murid SMPN 1 Ponorogo yang mengawal putra-putrinya tampil.

Baca juga: Puncak Perayaan Delapan Dekade HUT ke-80 SMPN 1 Ponorogo, Menggelar Wayang Kulit 

Disisi lain, apresiasi atas kiprah SMPN 1 datang dari Ketua Pepadi Ponorogo Drs. Sindu Parwoto,M.Si

“Sekolah ini menjadi kawah condro dimuko menggembleng mental spiritual, karakter kebangsaan dan budaya agar peserta didik menjadi lembut dan berbudaya,”ungkap Parwoto. 

Sebagai ketua Pepadi Ponorogo Parwoto mengucapkan terima kasih kepada anak didik, pembina serta guru SMPN 1 Ponorogo tetap komitmen dalam melestarikan budaya jawa.(aw)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru