Ponorogo – beritaplus.id | Suasana sakral dan meriah mewarnai pembukaan Grebeg Suro 2026 di Kabupaten Ponorogo. Salah satu momen istimewa kehadiran Senopati Narendra Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, K.R.A. Suwendi Wijoyonagoro, S.H., M.Si., yang hadir sebagai tamu VVIP atas undangan resmi Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Kehadiran beliau menjadi simbol eratnya persaudaraan, penghormatan, dan kelestarian nilai-nilai budaya agung warisan leluhur.
Dalam barisan terdepan, mengenakan busana adat lengkap dengan srempang kuning kebesaran, K.R.A. Suwendi Wijoyonagoro tampak mendampingi tokoh utama acara, Hj. Lisdiarita, dalam prosesi pembukaan dan arak-arakan budaya malam itu. Langkah tegap dan wibawa yang terpancar menjadi daya tarik tersendiri bagi ribuan warga yang memadati lokasi acara. Kehadiran beliau bukan sekadar menghadiri seremonial, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian tradisi Grebeg Suro yang kini semakin mendunia.
Undangan resmi bertanda "VVIP Transit Pringgitan" yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Ponorogo kepada Senopati Narendra Kraton Kasunanan Surakarta, menjadi bukti nyata tingginya penghargaan dan kedudukan strategis budaya Kraton Surakarta dalam peta kebudayaan nasional. Tercantum jelas pada undangan tersebut: "Kepada Yth. SENOPATI NARENDRA KERATON KASUNANAN SURAKARTA KABUPATEN PONOROGO", menunjukkan bahwa kehadiran elemen keraton menjadi bagian tak terpisahkan dari kemegahan acara tahunan ini.
Mengusung tema "Merajut Tradisi, Menggerakkan Negeri", Grebeg Suro 2026 didefinisikan sebagai perhelatan besar berbasis Wisata Budaya, Kebangkitan Jiwa, dan Gerakan Bersama. Melibatkan berbagai elemen budaya, acara ini menegaskan posisi Ponorogo sebagai salah satu pusat kebudayaan terbesar di Indonesia, yang terus berinovasi namun tetap berpijak kuat pada akar tradisi.
K.R.A. Suwendi Wijoyonagoro dalam kesempatan terpisah menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Menurutnya, Grebeg Suro bukan hanya milik masyarakat Ponorogo, tetapi menjadi kekayaan budaya bangsa Indonesia yang wajib dijaga dan diteruskan.
"Kehadiran kami di sini adalah wujud persaudaraan dan komitmen menjaga keutuhan budaya Nusantara. Grebeg Suro memiliki nilai filosofi yang sangat tinggi, sarat makna ketakwaan, rasa syukur, dan persatuan. Hal ini sangat sejalan dengan nilai-nilai luhur yang juga kami jaga di Kraton Kasunanan Surakarta," ujar K.R.A. Suwendi saat ditemui di sela-sela acara.
Ia menambahkan, sinergi antara keraton, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil adalah kunci agar tradisi-tradisi agung seperti ini tetap hidup, berkembang, dan mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus benteng karakter bangsa di tengah arus modernisasi.
Pihak penyelenggara mengungkapkan, kehadiran perwakilan Kraton Kasunanan Surakarta memberikan warna dan kemegahan tersendiri. Hal ini semakin mempertegas bahwa Grebeg Suro Ponorogo telah menjadi agenda budaya berskala nasional yang menyatukan berbagai elemen masyarakat dari berbagai latar belakang budaya.
Dengan berlangsungnya rangkaian acara ini, diharapkan semangat yang terkandung dalam Grebeg Suro 2026 dapat benar-benar menggerakkan potensi daerah, memperkuat persatuan dan suatu bagian penting dalam menjadikan budaya sebagai kekuatan utama kemajuan bangsa Indonesia.
Editor : Redaksi