Bank Jatim Cabang Ponorogo Ikuti Kirab Pusaka Grebeg Suro 2026, Menjaga Tradisi Leluhur Jawi

Reporter : Bayu

Ponorogo, beritaplus.id | Di antara barisan peserta Kirab Pusaka Grebeg Suro 2026, tampak jajaran Bank Jatim Cabang Ponorogo menjadi pandangan perhatian yang memadati sepanjang jalan yang dilalui peserta kirab Senin (15/6/2026) sore.

Tidak hanya ikut serta seremonial, Bank Jatim cabang Ponorogo hadir membawa pesan budaya adi luhung yang harus dijaga sebagai warisan luhur nenek moyang.

Baca juga: Luar Biasa Reog Gunungsari SMPN 1 Mlarak Penyaji Terbaik FRR XXII 2026

Keikutsertaan di Pawai Kirab Pusaka Lintasan Sejarah menjadi salah satu bukti menjaga tradisi adi luhung salah satu agenda sakral dalam rangkaian Grebeg Suro Kabupaten Ponorogo yang prosesi dimulai dari Kompleks Makam Batoro Katong hingga di Paseban Alun-Alun.

Kepala Bank Jatim Cabang Ponorogo Siti Herminingsih tampak berjalan khidmat serasi mengenakan busana adat Jawa lengkap selaras dengan nuansa kirab yang sarat simbol penghormatan terhadap leluhur. 

Di belakangnya, para pegawai Bank Jatim cabang Ponorogo turut mengawal jalannya kirab, memastikan rombongan berjalan tertib sepanjang rute.

Baca juga: SMKN 2 Ponorogo Ikuti Kirab Lintas Sejarah Tampilkan Tokoh Raja Rakai Wijaya

Kepala Bank Jatim Cabang Ponorogo Siti Herminingsih mengatakan,  kirab bukan sekadar tontonan, ini merupakan peristiwa budaya yang sakral yang harus dilestarikan.  

Barisan pusaka, iringan musik tradisional, serta kostum adat yang dikenakan peserta menghadirkan suasana sakral sekaligus membanggakan.

“Bagi Bank Jatim Cabang  Ponorogo, keikutsertaan ini memiliki makna lebih dalam. Di tengah tugas perbankan keikutsertaan dalam kegiatan budaya menjadi wujud pendekatan humanis kepada masyarakat,”tuturnya kepada awak media..

Baca juga: Reog Gajah Manggolo SMAN 1 Ponorogo Masuk Penyaji dan Penata Tari Terbaik di FNRP XXX th 2025

Melalui kegiatan ini Bank Jatim Cabang Ponorogo ingin turut melestarikan warisan budaya daerah sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap identitas lokal Ponorogo.
 
Menurutnya pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab seniman atau budayawan, melainkan semua elemen masyarakat, termasuk instansi pemerintah dan swasta.

“Kirab pusaka menjadi ruang perjumpaan yang setara dimana aparat, masyarakat, dan berbagai elemen daerah berdiri dalam satu barisan,”pungkasnya.(aw)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru