Ponorogo, beritaplus.id | Po Bus Narendra mempunyai komitmen tinggi turut berpartisipasi dan mensukseskan gelaran Grebeg Suro tahun 2026.
Terbukti Bus PO Narendra yang dipimpin oleh Bp. Anggi direktur dan Bp. Wahyu Wardhani sebagai pemilik po narendra ini menerjunkan tim reog Narendra / Singo Balap dengan nomor urut 25 di malam terakhir Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke XXXI tampil memukau di hadapan penonton yang memenuhi kawasan alun alun Ponorogo Minggu (14/6/2026).
Baca juga: Keren Banget! Reyog Manggala Wiyata SMAN 3 Ponorogo Pukau Penonton di FNRP XXXI 2026
Sorak sorai penonton dan tepuk tangan meriah saat reog Po. Narendra tampil berada di panggung utama alun-alun Ponorogo.
Penampilan yang luar biasa ini sekaligus menegaskan PO Bus Narendra sebagai salah satu PO Bus Asli pribumi ponorogo dengan konsisten melesatarikan budaya reog dan pembinaan dengan merangkul seniman seniman muda terbaik di Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya.
Keikutsertaan Reog PO Narendra dalam Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI menjadi bukti konsistensi Narendra dalam melestarikan seni budaya daerah.
Pemilik PO Bus Narendra menjelaskan, mengenal reog Ponorogo sejak masih kecil dan kebetulan kedua orang tua beliau asli dari Ponorogo Siman- Mangkujayan.
“Jadi kecintaan saya akan reog Ponorogo sudah dari sejak usia kecil. Kebetulan ayah saya di Jakarta punya grup reog namanya Singo Nuswantoro, nah sekarang ayah saya sudah usia 76 akhirnya saya ganti dengan Singo Narendra yang diambil dari nama putra pertama saya sesuai dengan nama PO Bus Narendra Jakarta - Ponorogo,” ungkapnya pada awak media beberapa hari lalu di Joglo Garasi Narendra Seloaji.
Kecintaan akan reog sebagi penerus ayahanda tercinta Bp. H Sudjarwo, dibuktikan dengan keikutsertaanya dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FBRP) ke XXXI tahun 2026.
Menurut Wahyu Wardhani ikut serta dalam Festival itu bukan untuk sekedar kemenangan tapi kemeriahan karena reog itu bukan untuk bersaing tapi untuk dilestarikan nilai nilai kesenianya.
“Kalau bersaing ada yang menang ada yang kalah, tapi kalau kemeriahan itu tidak cari menang, namun keceriaan.. urainya.
Wahyu Wardhanu menegaskan bahwa reog Po. Narendra baru pertama kali ikut festival dan InsyaAllah akan terus berpartisipasi setiap tahun berkelanjutan.
Sementara pelatih Reog Narendra Febri Budi Saputro mengatakan, penampilan perdana reog Narendra di panggung utama alun-alun Ponorogo sangat luar biasa.
“Penampilan penuh semangat dan kekompakan sukses memukau ribuan penonton yang memadati arena pertunjukan,”katanya.
Dengan penampilan maksimal yang ditunjukkan malam itu, PO Narendra berhasil membuktikan bahwa generasi muda Narendra memiliki komitmen kuat untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya leluhur.
Febri menjelaskan, penampilan reog Narendra mengsung tema Laku tentang perjalanan 2 raja yg memperjuangkan gayuh pujaan hatinya Dewi Songgo Langit.
Masih menurut Febri, dengan porsi latihan kurang lebih 2 bulan dirinya berharap kedepan bisa ikut lagi, dan lebih baik lagi dari tahun ini.
“Kedepanya, tetap berlatih, mengoreksi yang menjadi kekurangan,.dan semangat, iklas menjalanani setiap perjalanan dalam berkesenian,”pungkasnya.
Reog bukan sekadar atraksi. Di dalamnya ada filosofi yang sangat kuat, tentang keberanian, kebenaran, dan bagaimana keberagaman suku serta agama dapat dirajut dalam harmoni budaya.(aw)
Editor : Redaksi