Ponorogo, beritaplus.id | SMPN 2 Ponorogo di bawah nahkoda Kepala Sekolah Imam Saifudin, S.Pd., M.Or., kembali membuktikan diri sebagai salah satu sekolah yang konsisten mencetak generasi berprestasi, berbudaya, dan berkarakter.
Prestasi tersebut ditorehkan grup karawitan Daniswara Nyawiji SMPN 2 Ponorogo yang sukses meraih predikat Penyaji Terbaik III (Juara 3) dalam ajang Festival Karawitan Pelajar kategori SMP se-Kabupaten Ponorogo.
Festival tersebut dibuka secara resmi oleh Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, pada Selasa (4/8/2026) di Pendopo Kabupaten Ponorogo, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi Ponorogo ke-530.
Ditemui awak media di ruang kerjanya, Jumat (7/8/2026), Kepala SMPN 2 Ponorogo Imam Saifudin mengungkapkan rasa bangga sekaligus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota tim karawitan yang telah berjuang memberikan penampilan terbaik.
“Alhamdulillah anak-anak tampil luar biasa di panggung Festival Karawitan dalam rangka memperingati Hari Jadi Ponorogo ke-530. Ini juga sebagai upaya kita untuk melestarikan budaya Jawa, terutama karawitan,” tuturnya.
Menurut Imam, keberhasilan tersebut bukan semata-mata hasil kemampuan individu siswa, melainkan buah dari kolaborasi, sinergi, dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat.
Latihan yang dilakukan secara konsisten mendapat dukungan penuh dari pembina, pelatih, guru, orang tua siswa, hingga komite sekolah.
“Sinergi hebat inilah yang membawa kita kembali menjadi juara 3. Kemenangan tahun 2026 ini sekaligus menandakan bahwa SMPN 2 Ponorogo merupakan sekolah berbudaya yang berada di Jalan Basuki Rahmat,” jelasnya.
Dalam penampilannya di panggung festival, Daniswara Nyawiji tampil memukau di hadapan dewan juri. Para siswa membawakan susunan gending yang sarat makna dengan harmonisasi nada yang menunjukkan hasil latihan panjang dan terarah.
Capaian tersebut semakin mempertegas posisi SMPN 2 Ponorogo sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memberikan ruang besar terhadap pengembangan karakter dan pelestarian budaya lokal.
Baca juga: Fun Run 5K Wujudkan Siswa SMPN 2 Ponorogo Yang Sehat dan Kuat
Keberhasilan membawakan gending-gending Jawa tersebut tentu bukan prestasi yang diraih secara instan. Para siswa telah menjalani persiapan matang dan latihan intensif selama berbulan-bulan melalui kegiatan ekstrakurikuler karawitan yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Tampilan yang luar biasa dari Daniswara Nyawiji menunjukkan bahwa anak-anak berkomitmen untuk selalu mengedepankan sekaligus nguri-uri budaya Jawa, khususnya karawitan,” tandas Imam.
Karawitan Jadi Wadah Bakat dan Minat Siswa
Imam menjelaskan, karawitan merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang secara khusus diwadahi sekolah untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengembangkan bakat dan minat, khususnya di bidang seni tradisional.
Hal tersebut sejalan dengan visi dan misi sekolah dalam menjaga serta melestarikan budaya Jawa sebagai bagian dari budaya luhur bangsa.
“Kebetulan kita punya visi dan misi sesuai dengan tujuan sekolah, yaitu melestarikan budaya Jawa. Ending-nya, karawitan merupakan salah satu budaya luhur bangsa kita yang harus dilestarikan,” katanya.
Menurutnya, eksistensi karawitan di SMPN 2 Ponorogo hingga saat ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, terutama orang tua siswa dan pelatih yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Baca juga: 295 Siswa Ikuti MPLS Ramah SMPN 2 Ponorogo Ciptakan Budaya Aman Nyaman dan Berkarakter
“Terima kasih kepada orang tua, pengurus komite, bapak ibu guru yang juga ikut mendukung, termasuk komitmen anak-anak kelas 7, 8, dan 9 yang luar biasa,” ungkapnya dengan bangga.
Ia menambahkan, membentuk sebuah tim karawitan yang solid tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang, mulai dari penjaringan dan seleksi siswa, pembinaan, hingga pemusatan latihan agar terbentuk tim yang benar-benar siap tampil dan berprestasi.
“Karawitan tidak bisa serta-merta hanya diambil secara instan. Prosesnya panjang. Kita seleksi, kita siapkan, sekaligus ada pemusatan latihan sehingga mereka menjadi tim yang terbaik di SMPN 2 Ponorogo,” pungkasnya.
Prestasi Daniswara Nyawiji di Festival Karawitan Pelajar 2026 menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis budaya mampu berjalan beriringan dengan pencapaian prestasi. Sekaligus menjadi langkah nyata SMPN 2 Ponorogo dalam menanamkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Jawa dan warisan luhur bangsa. (aw)
Editor : Redaksi