Ponorogo, beritaplus.id – Siswa MAN 2 Ponorogo kembali menorehkan prestasi. Cahaya Vynara Salsabilla, siswi kelas XII-9, berhasil meraih Juara II Putri Apresiasi Duta GenRe Provinsi Jawa Timur 2026 sebagai perwakilan Kabupaten Ponorogo.
Ajang yang diselenggarakan BKKBN Jawa Timur tersebut diikuti peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Rangkaian seleksi meliputi tes tulis, presentasi, wawancara, seleksi karya, psikotes, pemeriksaan kesehatan, FGD hingga karantina.
Baca juga: Karnaval Konsulatan MAN 2 Ponorogo Teguhkan Semangat Bhinneka Tunggal Ika
Grand final berlangsung di L2 Rainbow, BG Junction, Surabaya, Minggu (27/9/2026). Para finalis mengikuti sejumlah tahapan penilaian sebelum penentuan pemenang.
Kepala MAN 2 Ponorogo, Drs. Agung Drajadmono, M.Pd., mengapresiasi prestasi yang diraih Cahaya. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa siswa madrasah dapat mengembangkan prestasi tidak hanya di bidang akademik.
“Syukur Alhamdulillah, siswa MAN 2 Ponorogo berhasil meraih Juara II Putri. Ini menjadi bukti dedikasi remaja Ponorogo sekaligus menambah capaian prestasi siswa madrasah,” ujar Agung.
Apresiasi juga disampaikan Plt. Kepala Kemenag Kabupaten Ponorogo, H. Moh. Thohari, M.Pd. Ia menilai prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi madrasah dan Kabupaten Ponorogo.
Baca juga: Maulid Nabi di MAN 2 Ponorogo Dikemas Edukatif, Siswa Unjuk Potensi melalui Beragam Perlombaan
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang berprestasi dan dapat menjadi teladan bagi remaja lainnya,” katanya.
Sementara itu, Cahaya mengaku bersyukur atas hasil yang diraihnya.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa meraih Juara II. Terima kasih kepada keluarga, sekolah, teman-teman PIK-R, Forum GenRe Kabupaten Ponorogo serta pihak-pihak yang telah mendukung perjalanan saya,” tuturnya.
Baca juga: Hebat, MAN 2 Ponorogo Sabet Juara Umum Lomba PBB dan Yel-Yel 2026
Cahaya berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk terus memberikan dampak positif bagi remaja di Ponorogo dan Jawa Timur.
“Bagi saya, ini bukan sekadar tentang piala, tetapi tentang proses, doa dan dukungan. Saya berharap bisa terus belajar, bergerak dan menginspirasi remaja lainnya,” pungkasnya. (aw)
Editor : Redaksi