Demak – beritaplus.id | Ribuan masyarakat memadati kawasan Alun-alun Simpang Enam Demak, Minggu (4/10) malam. Mereka mengikuti istighosah kubro yang digelar Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Demak bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Demak.
Kegiatan yang bersinergi dengan Majelis Gandrung Nabi tersebut menjadi ikhtiar spiritual masyarakat di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda wilayah Demak. Melalui doa, zikir, dan sholawat bersama, masyarakat memohon agar hujan segera turun serta membawa keberkahan dan keselamatan.
Ribuan warga dari berbagai elemen turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka mengikuti rangkaian acara dengan khusyuk, mulai dari pembacaan doa, zikir hingga sholawat.
Sejumlah tokoh dan pejabat daerah juga hadir, di antaranya Ketua APDESI Kabupaten Demak Agus Supriyanto, Ketua PPDI Kabupaten Demak Matdadi, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ida Nur Sa’adah, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Demak.
Istighosah dipimpin bersama oleh KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf dari Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bersama Majelis Gandrung Nabi.
Ketua APDESI Kabupaten Demak Agus Supriyanto mengatakan, istighosah tersebut merupakan bentuk ikhtiar spiritual masyarakat dalam menghadapi kemarau yang berkepanjangan.
“Melalui istighosah ini, kami bersama masyarakat berdoa agar segera diberikan hujan yang membawa keberkahan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat Demak,” ujar Agus Supriyanto.
Kemarau panjang tidak hanya berdampak terhadap masyarakat di wilayah perkotaan, tetapi juga dirasakan berbagai kelompok yang aktivitas dan kehidupannya bergantung pada kondisi alam.
Petani, nelayan, buruh, serta masyarakat dari berbagai desa turut hadir dalam kegiatan tersebut. Bagi masyarakat, turunnya hujan menjadi harapan penting karena berkaitan dengan ketersediaan air dan keberlangsungan aktivitas sehari-hari, khususnya sektor pertanian yang membutuhkan pasokan air.
Selain menjadi sarana doa bersama, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara perangkat desa dan masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau.
Doa yang dipanjatkan tidak hanya memohon turunnya hujan, tetapi juga ditujukan untuk keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi Kabupaten Demak beserta seluruh masyarakatnya.
PPDI dan APDESI Kabupaten Demak berharap ikhtiar bersama tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat menghadapi kemarau panjang, sekaligus memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.(*)
Editor : Redaksi