Gresik, Beritaplus.id. | Turba (Turun ke Bawah) tradisi organisasi dilingkungan Nahdlatul Ulama (NU) dimana pengurus tingkat diatasnya mengunjungi struktur organisasi di bawahnya untuk bersilaturahim dan melakukan konsolidasi.
Dengan tujuan memperkuat koordinasi, Tim 1 MWCNU (Majelis Wakil Cabang ) NU Driyorejo tingkat kecamatan memantau perkembangan kegiatan ditingkat Ranting Bukit Bambe dengan melakukan pemetaan potensi, sekaligus menyampaikan program kerja hasil musyawarah kerja MWC.
Baca juga: KH. Nuruddin Bersama KH. Imam Ashadi Kembali Emban Amanah MWC NU Driyorejo
Kegiatan turba ini merujuk pada agenda peringatan HSN (Hari Santri Nasional) 2026 sekaligus HARLAH NU 2027, yang dijamu MT (Majelis Ta’lim) Miftakhul Khoir asuhan Ustad Ali Qomar sekaligus Rois Suriyah, bertempat di Griyo Sholawat Perumahan Bukit Bambe. (Jum’at, 16/10/2026).
Pada kesempatan itu rombongan tim yang dipimpin oleh Sujarto, SH, M.Si, menyampaikan Time Line Kegiatan HSN dan Harlah sekaligus mengucapkan terimakasih kepada jajaran PRNU selama ini amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah adalah merupakan tradisi Islam yang dikembangkan dan dipegang NU telah berhasil berjalan di lingkungan Ranting Bukit Bambe.
“Hal ini sangat membantu pada jajaran kami di MWC, tradisi NU seperti yang dijelaskan Ketua Tanfidziyah (HR. Hendry) bahwa amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah telah berhasil dan berkembang dilingkungan perumahan ini” ujar Sujarto
Diketahui selain MT. Miftakhul Khoir yang memiliki rutinan baik mingguan maupun bulanan beberapa majelis ta’lim tumbuh dan berkembang dilingkungan perumahan Bukit Bambe Driyorejo Gresik diantaranya ; MCU (Majelis Cinta Ulama), Hubbun Nabi, Nariyah. Al Istiqomah, Jama’ah Yassin Tahlil RT 25. (*)
Editor : Redaksi