x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

The City Square Terbukti Tidak Langgar Hak-hak Konsumen, Gugatan PT SCA Kembali Ditolak

Avatar Rosyid
Rosyid
Jumat, 14 Jun 2024 15:43 WIB
Ekbis dan Hiburan
beritaplus.id leaderboard

Surabaya, Beritaplus.id – Setelah gugatannya kepada PT Putra Mahakarya Sentosa (PMS) sebagai pengembang apartement The City Square dalam perkara Nomor 99/Pdt.Sus-

PKPU/2023/PN. NiagaSby ditolak, PT Sinar Cemara Mas Abadi (SCA) harus kembali menelan “pil pahit” kekecewaan akibat gugatannya dalam perkara Nomor :
01/Pdt.G.S/2024/PN.SBY ditolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

Dalam putusannya, Hakim Ketua membacakan amar putusannya sebagai berikut :

1. Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

2. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini.

Atas ditolaknya gugatan tersebut, Penggugat tidak tinggal diam. Pihak PT Sinar Cemara Mas Abadi sebagai Penggugat mengajukan keberatan pada 23 Februari 2024, namun permohonan tersebut kembali ditolak oleh Majelis Hakim yang diketuai I Ketut Kimiarsa, SH, MH. Isi putusannya :

1. Menerima permohonan Keberatan dari Penggugat/Pemohon Keberatan secara formal;

2. Menolak keberatan dari Pemohon Keberatan (dahulu Penggugat) untuk seluruhnya;

3. Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Surabaya tanggal 19 Februari 2024 Nomor
01/Pdt.GS/2024/PN Sby;

4. MenghukumPenggugat/Pemohon Keberatan untuk membayar biaya perkara ditingkat Keberatan sebesar Rp. 565.000.

Sebelumnya diberitakan bahwa PT Sinar Cemara Mas Abadi menggugat PT. PMS antara lain karena merasa bangunan yang dibeli oleh Penggugat tidak pernah diserahterimakan secara fisik dan
terjadi pelanggaran hukum berupa manipulasi luasan unit yang dibeli dan ketiadaan legalitas berupa sertifikat laik fungsi (SLF) dan Sertifikat.

Namun nyatanya semua tidak terbukti dan secara legalitas PT PMS dapat menunjukkan kepada Majelis Hakim didalam persidangan.

Terkait dalil gugatan bahwa bangunan yang dibeli oleh Penggugat tidak pernah
diserahterimakan secara fisik oleh The City Square, dimuka sidang justru terbukti sebaliknya. Majelis Hakim telah menyaksikan sendiri bahwa unit sudah jadi dan siap dipergunakan dalam agenda Pemeriksaan Setempat.

Fakta yang terungkap dalam persidangan, Tergugat sudah mengundang Penggugat
untuk serah terima, namun Penggugat tidak datang. Berselang 2 minggu setelah undangan dikirimkan, baru Penggugat datang ke kantor Tergugat dengan menyampaikan poin-poin yang diminta dan seluruhnya dipenuhi oleh Tergugat.

Dengan selesainya bangunan unit dan sudah dilakukannya serah terima serta
ditandatanganinya PPJB oleh Penggugat dan Tergugat, maka Penggugat sebetulnya sudah bisa menempati, mempergunakan, menyewakan maupun menjual namun hal tersebut tidak pernah dimanfaatkan oleh Penggugat.

Sementara secara luasan unit, jual beli dilakukan berdasarkan luas semi gross, yaitu luas netto ditambah dengan luas bagian-bagian bersama. Sedangkan yang dikemukakan oleh Penggugat dalam hal ini PT SCA adalah luasan netto yang tentu saja besarnya tidak sama (lebih kecil) jika dibanding luas semi gross.
Atas hal tersebut, apakah PT PMS berencana melakukan gugatan atau tuntutan balik?

Dihubungi melalui sambungan telpon, Legal Manager PT. PMS, Kodrat Anwar
menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan menempuh jalur tersebut.

“Kami appreciate terhadap putusan yang telah dibacakan oleh Majelis Hakim. Selanjutnya kami lebih memilih fokus pada pelayanan terhadap para customer saja,” ungkapnya. (*)

Editor : Ida Djumila

beritaplus.id horizontal
Artikel Terbaru
Senin, 15 Jul 2024 11:01 WIB | Peristiwa
Pasuruan - beritaplus.id | Calon Bupati Pasuruan, Rusdi Sutedja dari Partai Gerindra sambang Pondok Pesantren (Ponpes) Nurudh Dholam, Jalan Pasar ...
Minggu, 14 Jul 2024 17:18 WIB | Peristiwa
Jombang-beritaplus.id | Desa Carangrejo, Kesamben, Jombang, menjadi saksi suksesnya kerjasama antara anggota Polsek Kesamben dan Koramil Kesamben ...
Minggu, 14 Jul 2024 17:10 WIB | Peristiwa
Pasuruan - beritaplus.id | Sejumlah Ketua RW-RT di Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan mengeluh. Sudah hampir tiga bulan insentif tak kunjung ...