x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

Kasus BBM Ilegal, Polisi Tetapkan Satu Orang Tersangka

Avatar Didik Nurhadi
Didik Nurhadi
Senin, 24 Jun 2024 15:23 WIB
Hukum dan Kriminal
beritaplus.id leaderboard

Pasuruan - beritaplus.id | Satreskrim Polres Pasuruan Kota akhirnya tetap satu orang tersangka di kasus penyalahgunaan BBM ilegal. Tersangka berenisial ACH warga Kudus disangka Pasal 55 Undang-Undamh Nomer 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Undanh-Undang Nomer 6 Tahun 2023 tentang tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Makung Ismoyo Jati mengungkapkan satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan pengangkutan BBM subsidi.

"Satu orang berenisial ACH kita tetapkan sebagai tersangka di kasus BBM ilegal," kata Kapolres Pasuruan Kota pada beritaplus.id, Senin (24/6/2024).

Sebelumnya, penyidik telah meriksa belasan orang saksi untuk dimintai keterangan.Termasuk meminta keterangan ahli migas terkait kandungan BBM yang dibawa oleh truk tangki dan seluruhnya memperkuat dugaan adanya praktik penyalahgunaan BBM.

"Hasil lab di dalam truk tangki muat BBM menunjukan bio solar," pungkasnya.

Diketahui, belasan orang saksi telah diminta keterangan oleh penyidik. Bahkan, AW dan ACH telah beberapa kali diperiksa. Polisi juga meriksa sopir truk tangki.

Editor : Ida Djumila

beritaplus.id horizontal
Artikel Terbaru
Senin, 15 Jul 2024 11:01 WIB | Peristiwa
Pasuruan - beritaplus.id | Calon Bupati Pasuruan, Rusdi Sutedja dari Partai Gerindra sambang Pondok Pesantren (Ponpes) Nurudh Dholam, Jalan Pasar ...
Minggu, 14 Jul 2024 17:18 WIB | Peristiwa
Jombang-beritaplus.id | Desa Carangrejo, Kesamben, Jombang, menjadi saksi suksesnya kerjasama antara anggota Polsek Kesamben dan Koramil Kesamben ...
Minggu, 14 Jul 2024 17:10 WIB | Peristiwa
Pasuruan - beritaplus.id | Sejumlah Ketua RW-RT di Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan mengeluh. Sudah hampir tiga bulan insentif tak kunjung ...