x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

Berulang Kali Laporan Warga Diacuhkan, Kesal, Warga Geruduk PT Daesang Ingredients Indonesia

Avatar Yudi

Peristiwa

Greaik, Beritaplus.id - Asap tebal disertai bau menyengat yang keluar dari cerobong pabrik PT Daesang Ingredients Indonesia memicu amarah warga Dusun Lopang dan Dusun Karanglo, Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Mereka mengadukan polusi udara tersebut ke Manajeman pabrik yang terkenal pabrik penguat rasa atau Monosodium Glutamat (MSG) dengan merk dagang Miwon.

Namun, pengaduan warga diacuhkan. Kesal, warga mengadu ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 19 Maret 2024, mengenai dugaan pencemaran udara oleh PT Daesang Ingredients Indonesia.

Pengaduan ditindaklanjuti 4 bulan kemudian oleh KLHK, melalui surat resmi yang diterima perwakilan warga Dusun Lopang sebagai Pengadu, pada 8 Juli 2024, dengan nomor surat S.1746/PPSALHK/PDW/GKM.2.1/B/07/2024. Sayangnya, KLHK kurang responsif dan lamban menangani pengaduan warga.

Puncaknya pada Selasa malam, 20 Agustus 2024 sekitar jam 20.15 WIB. Warga 2 Dusun (Dusun Lopang dan Dusun Karanglo) berbondong-bondong mendatangi pabrik Miwon. Rasa lelah setelah seharian kerja tak menyurutkan tekad mereka untuk melakukan aksi protes ke manajemen PT Daesang Ingredients Indonesia.

"Kami protes ke Miwon karena ada pembiaran terhadap produksi yang mengeluarkan bau yang tidak sedap, membuat mual dan menyesakkan pernafasan. Kejadian pada Sabtu (17/8/2024) saat sore hari. Dan Minggu (18/8/2024) malah makin parah. Bau dirasakan pada siang hari hingga malam pukul 21.00 WIB," kata Pri (51 tahun), warga Desa Driyorejo yang ikut serta dalam aksi di depan pabrik Miwon.

Pria menyebut, aksi warga sebagai puncak kekesalan karena aduan warga tidak pernah digubris oleh manajemen PT Daesang Ingredients Indonesia. Sebelum melakukan aksi demo akibat dampak bau dan kebisingan yang dirasakan warga, terlebih dahulu warga menyampaikan ke Security di Pos Security PT Daesang Ingredients Indonesia. Tapi tidak mendapatkan respons yang baik.

Karena itu, seratus lebih warga menggelar terpal dan duduk di depan tiga pintu utama perusahaan sebagai bentuk protes. Warga terdiri dari ibu-ibu, remaja, dewasa, hingga anak-anak ikut nimbrung dalam aksi tersebut.

“Kami sudah berkali-kali melapor, tapi tidak ada tindakan. Ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi,” ungkap Pri.

Tidak lama berselang, Ghofur selaku General Affair PT Daesang Ingredients Indonesia menemui peserta aksi. Selanjutnya, perwakilan warga diajak ke dalam ruangan kantor dalam rangka mencari solusi.

Dihadapan warga, Ghofur menyampaikan bahwa perusahaan langsung menghentikan operasi pengolahan bahan CP 1, yang diduga menjadi sumber bau menyengat tersebut.

“Pengolahan CP 1 tidak akan diolah lagi, kami fokus untuk mencari solusi penanggulangan dulu,” kata Ghofur. (*)

Editor : Ida Djumila

Artikel Terbaru
Sabtu, 07 Feb 2026 13:30 WIB | Peristiwa

Tasyakuran HUT Ke-119 SDN Mangkujayan 1 Tampilkan Talenta dan Makan Bersama

Ponorogo, beritaplus.id | Puncak peringatan HUT ke-119 SD Negeri 1 Mangkujayan Ponorogo berlangsung meriah bertabur hadiah.. Sekolah yang dinahkodai Mochtar ...
Sabtu, 07 Feb 2026 11:22 WIB | TNI dan Polri

Polres Ponorogo Perbaiki Jembatan Darurat, Akses Dua Desa di Ngebel Kembali Normal

Ponorogo,beritaplus.id – Jajaran Polres Ponorogo melalui Polsek Ngebel merespon keluhan warga setempat soal akses jalan penghubung antar desa yang mengalami l ...
Jumat, 06 Feb 2026 23:14 WIB | Hukum dan Kriminal

Esai reflektif Dzulhijjah Fajar : KUHP Nasional Resmi Berlaku, Tandai Babak Baru Hukum Pidana Indonesia

Malang - beritaplus.id | Per 2 Januari 2026, sistem hukum pidana Indonesia resmi memasuki era baru dengan berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ...
Jumat, 06 Feb 2026 20:06 WIB | Peristiwa

Forum Evaluasi RSMZ, Pemkab Sampang Perkuat Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan

Sampang - beritaplus.id | Pemerintah Kabupaten Sampang menggelar forum diskusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD dr. Mohammad Zyn (RSMZ), ...
Jumat, 06 Feb 2026 15:30 WIB | Politik dan Pemerintahan

Pansus Real Estate Terkejut. Lahan Pengganti di Malang Bukan Hutan Tapi Tanah Kosong  

Pasuruan, beritaplus.id | Tim Panitia Khusus (Pansus) Real Estate Prigen DPRD Kabupaten Pasuruan dibuat terkejut saat kunjungi lahan pengganti di Malang. ...
Jumat, 06 Feb 2026 14:25 WIB | Politik dan Pemerintahan

Semarak HUT ke-44 SMPN 1 Sawoo, SSC Spinza Student Challenge 2026 Diikuti Ratusan Pelajar SD/MI

Ponorogo, beritaplus.id | Semarak peringatan HUT ke-44 SMPN 1 Sawoo diwarnai dengan SSC Spinza Student Challenge 2026 sebuah ajang kompetisi bergengsi yang ...