x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

Mantan Kepala Disperindag Gresik Dituntut 1,6 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Dana Hibah

Avatar Budi Utomo

Hukum dan Kriminal

Surabaya, Beritaplus.id - Sidang dengan nomor perkara 38/Pid.Sus-TPK/2024/PN Sby kembali digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada Kamis (12/9/2024). Terdakwanya ialah Malahatul Fardah, mantan Kepala Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik.

Agenda sidang tuntutan ini digelar di ruang sidang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya. Tuntutan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Gresik, Sunda Denuwari.

Dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya yang dipimpin oleh Ferdinand Marcus Leander, JPU Kejari Gresik, Sunda Denuwari menuntut Malahatul Fardah dengan pidana penjara selama 1,6 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara.

Malahatul Fardah selaku Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik berdasarkan SK Bupati Gresik Nomor: 821.2/215/437.73Kep/2022 tanggal 16 November 2022 ex-officio sebagai Pengguna Anggaran (PA) merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama-sama dengan Ryan Fibrianto, Fransiska Dyah Ayu, dan Joko Pristiwanto, telah melakukan, yang menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan perbuatan yaitu secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara atau perekonomian negara.

Dalam kasus ini, Ryan Fibrianto disidang dengan berkas perkara terpisah dengan nomor perkara 37/Pid.Sus-TPK/2024/PN Sby. Saat sidang tuntutan, JPU Kejari Gresik, Sunda Denuwari menuntut Ryan Fibrianto dengan pidana penjara selama 1 tahun. Tuntutan terhadap Ryan Fibrianto lebih ringan dari Fardah karena telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 860 juta. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan JPU menuntut terdakwa Ryan selama 1 tahun.

Ryan Fibrianto merupakan Direktur CV Alam Sejahtera Abadi dan representasi CV Ratu Abadi. Dia dinilai bersekongkol dengan Malahatul Fardah untuk korupsi dana hibah yang disalurkan kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) senilai Rp 17,6 miliar.

Ryan Fibrianto dan Malahatul Fardah disebut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Nomor 31 tahun 1999 jo UU nomor 20 tahun 2021. (*)

Editor : Ida Djumila

Artikel Terbaru
Rabu, 07 Jan 2026 16:10 WIB | Peristiwa

Lonjakan Pasien Tak Terbendung, RSUD Sampang Kian Mendesak Direlokasi Jadi RS Rujukan se-Madura

Sampang - beritaplus.id | Lonjakan jumlah pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn Kabupaten Sampang terus meningkat dan melampaui kapasitas ...
Rabu, 07 Jan 2026 16:10 WIB | Politik dan Pemerintahan

Tingkatkan Kesiapsiagaan Perawat, RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Gelar Code Blue Competition

SAMPANG, Beritaplus.id – RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang menggelar Code Blue Competition for Nurse sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ( ...
Rabu, 07 Jan 2026 13:08 WIB | Peristiwa

Era Antrean Digital Dimulai, Pasien BPJS di RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Wajib Daftar via Mobile JKN

Sampang - beritaplus.id | Sistem antrean manual di RSUD dr. Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang resmi ditinggalkan. Mulai Januari 2026, seluruh pasien BPJS Kesehatan ...
Rabu, 07 Jan 2026 04:48 WIB | Peristiwa

Meriah Pembukaan Spenla Specta Competition SMPN 5 Ponorogo

Ponorogo, beritaplus.id | Mengusung tema menyemai potensi memetik prestasi SMPN 5 Ponorogo yang dipimpin Widodo,S.Pd menggelar acara Spenla Specta Competition ...
Selasa, 06 Jan 2026 20:46 WIB | Politik dan Pemerintahan

DPD PSI Gresik Siap Hadiri Rakorwil PSI Jawa Timur, Kaesang Pangarep Dijadwalkan Hadir

Gresik, Beritaplus.id — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia Kabupaten Gresik menyatakan kesiapan penuh untuk menghadiri Rapat Koordinasi W ...
Selasa, 06 Jan 2026 15:32 WIB | Hukum dan Kriminal

Polres Pasuruan Lamban Tetapkan Tersangka Kasus Pengeroyokan, BRN Kecewa

Polres Pasuruan Lamban Tetapkan Tersangka Kasus Pengeroyokan, BRN Kecewa ...