x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

Belasan Warga Demak Jadi Korban Penipuan TKI Ilegal. Dijanjikan Gaji Tinggi Malah Dideportasi

Avatar Ida Djumila

Hukum dan Kriminal

Demak, beritaplus.id | Harapan belasan warga Kabupaten Demak untuk mengubah nasib di Korea Selatan kandas setelah menjadi korban penipuan berkedok pengiriman tenaga kerja. Alih-alih mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi, mereka justru dipulangkan secara paksa dari Negeri Ginseng karena hanya mengantongi visa turis.

Kasus ini mencuat setelah sembilan dari total korban, yang didampingi oleh pendamping hukum Sujadi, melaporkan penipuan yang mereka alami ke Subdit IV Unit II Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah. Mereka sebelumnya dijanjikan pekerjaan resmi dengan penghasilan mencapai Rp1 juta per hari oleh pihak sponsor.

“Klien kami dijanjikan pekerjaan resmi di Korea, seluruh proses dijanjikan akan diurus oleh pelaku dengan biaya Rp80 juta. Tapi kenyataannya, mereka hanya dibekali visa turis dan dijadikan turis keliling sebelum akhirnya dideportasi,” terang Sujadi saat ditemui di kantornya, Senin (5/5/2025).

Sebelum diberangkatkan ke Korea Selatan, para korban sempat diajak melakukan perjalanan ke Malaysia, Hong Kong, dan Makau. Dalam perjalanan itu, mereka diminta mengenakan jaket komunitas motor gede bertuliskan "Familia MC" dan berfoto dengan moge (motor gede), seolah-olah mereka adalah anggota komunitas tersebut.

“Padahal mereka bukan anggota komunitas motor gede dan bahkan tidak memiliki motor besar. Tapi mereka dipaksa memakai jaket dan bergaya seperti touring agar kelihatan seperti wisatawan,” jelas Sujadi.

Namun, setibanya di Korea Selatan, penyamaran tersebut terbongkar. Karena hanya mengantongi visa turis, mereka langsung diamankan oleh imigrasi Korea Selatan dan dipulangkan ke Indonesia satu minggu kemudian.

Kerugian yang diderita para korban pun bervariasi. Selain membayar Rp 80 juta untuk proses keberangkatan, beberapa korban mengaku kehilangan hingga Rp150 juta karena beban utang dan jaminan sertifikat tanah yang digadaikan untuk membayar biaya tersebut.

Salah satu korban, Abdul Malik, mengaku tergiur karena ajakan tersebut datang dari tetangganya sendiri, Mat Solekhan, yang dikenal sebagai orang baik. Bersama seorang lainnya bernama Khusnan, keduanya diduga menjadi perantara dalam perekrutan korban.

“Awalnya saya percaya karena yang mengajak tetangga sendiri. Kami dijanjikan gaji Rp 28 juta per bulan. Bahkan kami disuruh beli jaket moge, katanya itu bagian dari prosedur,” ujar Malik.

Kini, setelah kerugian terjadi, kedua terduga pelaku tidak bisa dihubungi. Para korban berharap agar uang mereka dapat dikembalikan karena sebagian besar dana yang digunakan berasal dari pinjaman dan gadai sertifikat tanah.

Sujadi menegaskan bahwa pihaknya telah melaporkan kasus ini pada 21 Maret 2025 ke pihak berwenang dan akan segera mengadukannya ke BP2MI Jawa Tengah agar para korban mendapat pendampingan dan keadilan.

“Jika tidak ada itikad baik dari pelaku, kami akan terus mendorong penegakan hukum. Ini jelas merupakan bentuk penipuan dan dugaan tindak pidana perdagangan orang yang harus diusut sampai tuntas,” tegas Sujadi.(*) 

Editor : Ida Djumila

Artikel Terbaru
Rabu, 21 Jan 2026 07:07 WIB | Hukum dan Kriminal

Esai reflektif : Menggali Relevansi Psikologi Kontemporer dan Empat Unsur Tradisi Jawa bagi Ilmu Hukum Era Digital

Oleh: Dzulhijjah Fajar, Mahasiswa Hukum Universitas Merdeka Malang Ponorogo – beritaplus.id | Perkembangan ilmu hukum dan psikologi saat ini memperlihatkan c ...
Rabu, 21 Jan 2026 03:09 WIB | Peristiwa

Layanan Kesehatan Terpadu KKN-Kebencanaan Unand di Batu Busuk: Skrining Dini dan Edukasi Kesehatan Masyarakat

  Oleh: Jihan Syakira (Mahasiswa KKN-Kebencanaan Kapalo Koto 7 Universitas Andalas) Padang - Suasana Batu Busuk tampak cukup berbeda sejak pagi hari. Halaman ...
Rabu, 21 Jan 2026 03:06 WIB | Peristiwa

Berangkat dari Pondok Pesantren, IPF Ponorogo Siap Kawal Prestasi Pickleball

Ponorogo, beritaplus.id | Cabang olahraga (cabor) Pickleball di Ponorogo berkembang dari pondok pesantren.  Indonesia Pickleball Federation (IPF) Ponorogo ...
Rabu, 21 Jan 2026 03:04 WIB | Politik dan Pemerintahan

Plt KanKemenag Buka SmeshArt X MTs.N 2 Ponorogo:Wujudkan Pendidikan Yang Unggul, Ramah, Terintegrasi

Ponorogo, beritaplus.id | Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Ponorogo sukses menggelar agenda rutin tahunan SmeshArt X tahun 2026. Istimewanya lagi opening ceremony ...
Selasa, 20 Jan 2026 18:42 WIB | TNI dan Polri

Polres Pasuruan Kota Tegaskan Kasus Gratifikasi Seret Oknum Kabid Jadi Atensi 

Pasuruan, beritaplus.id | Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Decky Tjahyono Try Yoga pastikan kasus dugaan gratifikasi yang menyeret AK Oknum Kabid ...
Selasa, 20 Jan 2026 14:45 WIB | Peristiwa

KKN Unand Kapalo Koto 7 Ikut Verifikasi Ulang 555 Rumah Terdampak Banjir Bandang di Kecamatan Koto Tangah

Oleh: Serli Qairani Putri (Mahasiswa KKN-Kebencanaan Kapalo Koto 7 Universitas Andalas) Padang – Keakuratan data merupakan hal yang sangat penting dalam suatu ...