x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

GP3H Kutuk Keras Aksi Buang Limbah B3 ke Bekas Galian Tambang di Sumber Banteng

Avatar Didik Nurhadi

Investigasi

Pasuruan, beritaplus.id | Ketua Gerakan Pemuda Peduli Pengamat Hukum (GP3H), Anjar Supriyanto mengutuk keras aksi membuang limbah yang diduga B3 ke bekas galian tambang di Desa Sumber Banteng, Kecamatan Kejayan. Dugaan membuang limbah dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) setempat.

"Dari keterangan sejumlah warga sekitar bekas tambang dibuat tempat membuang limbah diduga jenis limbah B3," ungkap Anjar pada beritaplus.id, Senin (26/5/2025).

Pria yang juga seorang pengacara ini, menduga yang membuang limbah B3 dilakukan oleh Kades Sumber Banteng sendiri. "Melihat lubang dulunya menganga di bekas galian tambang. Kini tertimbun tanah warnah hitam pekat yang disinyalir berasal dari batu bara tercampur oli,"ungkap Anjar.

Lahan yang awalnya pertambangan CV. Pasir Kejayan (PK). Kini berubah fungsi menjadi tempat penimbunan limbah diduga berjenis B3. Lokasinya, ada diduga dusun yakni dusun Taman dan Dusun Karangpanas, Desa Sumber Banteng.

Ia mendesak, aparat penegak hukum (APH) serta dinas terkait untuk menindaklanjuti temuanya tersebut. Dan memproses secara hukum oknum-oknhm yang terlibat. " Apabila terbukti adanya pelanggaran terhadap regulasi lingkungan hidup dan tindak pidana terkait limbah B3. Maka aparat hukum bisa memprosesnya," tegasnya.

"Ini bukan hanya soal tambang, tapi sudah menyangkut masa depan lingkungan dan keselamatan warga. Kami akan terus mengawal hingga kasus ini ditindaklanjuti secara serius," lanjutnya.

Salah seorang warga berinisial RW turut membenarkan informasi itu. Bahkan, Ia mengaku telah menyampaikan langsung kepada Kepala Desa agar tidak lagi membuang limbah di area yang dekat dengan permukiman warga. Hingga kini Limbah B3 tersebut menumpuk di area galian C milik CV. Pasir Kejayan.

"Kondisi ini tidak hanya memicu keresahan, tetapi juga menyebabkan kerusakan lingkungan. Lahan pertanian produktif yang ditambang dan di sekitar lokasi tambang terancam tercemar dan rusak. Warga mengaku dirugikan, baik secara ekonomi maupun dari aspek kesehatan lingkungan," pungkasnya.

Terpisah, Taufiqul Ghoni Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan belum bisa dikonfirmasi terkait temuan ini. Begitu juga dengan Kades Sumber Banteng. (dik)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Minggu, 25 Okt 2026 18:58 WIB | Hukum dan Kriminal

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:55 WIB | Ekbis dan Hiburan

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, beritaplus.id - Di tengah tantangan persaingan usaha yang semakin ketat, sejumlah UMKM binaan Pertamina menunjukkan bahwa bisnis tidak hanya dapat ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol 

Pasuruan - beritaplus.id | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pasuruan menggelar konsolidasi dan bimbingan teknis ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

Semarak HUT ke-81 TNI, Kodim Ponorogo Gelar Prima Run 2026, Diikuti 1.300 Peserta

PONOROGO, Beritaplus.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026, Kodim 0802/Ponorogo menggelar l ...
Sabtu, 24 Okt 2026 16:32 WIB | Hukum dan Kriminal

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah ...
Sabtu, 24 Okt 2026 11:16 WIB | Politik dan Pemerintahan

TPA Mrican Baru Seluas 9,4 Hektare Segera Dibangun, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

PONOROGO, Beritaplus.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam mengatasi persoalan sampah mulai menemukan titik terang. Pelaksana Tugas (Plt) B ...