x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

Esai Reflektif Dzulhijjah Fajar: Peran Ganda Kades Antara Legitimasi Elektoral dan Administratif  

Avatar Murti

Hukum dan Kriminal

Ponorogo - beritaplus.id | "Ketika desa menjadi objek berita, terutama yang bernada negatif, dwi legitimasi ini diuji secara ekstrem," ucap Dzulhijjah Fajar, mahasiswa Hukum Universitas Merdeka Malang, saat ditemui awak media, Kamis (1/1/2026).
 
Menjadi seorang kepala desa (Kades) adalah mengemban amanah ganda: legitimasi elektoral dari rakyat dan legitimasi administratif dari pemerintah. Dwi legitimasi ini, ibarat pedang bermata dua, memberikan kekuatan sekaligus membuka potensi kerentanan, khususnya ketika desa dan kepala desanya menjadi sorotan media. Refleksi ini menggali lebih dalam dinamika tersebut, menawarkan strategi konkret bagi kepala desa untuk menavigasi badai media.
 
Legitimasi elektoral adalah fondasi utama. Dipilih langsung oleh warga desa, kepala desa adalah representasi harapan dan aspirasi mereka. Proses pemilihan adalah pertaruhan janji, visi, dan kemampuan untuk membawa perubahan. Namun, kemenangan elektoral bukanlah akhir, melainkan awal dari pertanggungjawaban yang terus-menerus diuji, terutama di bawah lensa media.
 
Legitimasi administratif, di sisi lain, adalah pengakuan formal dari negara. Dilantik oleh bupati, kepala desa mendapatkan wewenang untuk menjalankan pemerintahan, mengelola anggaran, dan membuat kebijakan. Legitimasi ini memberikan stabilitas dan kerangka kerja yang diperlukan, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk patuh pada regulasi dan arahan dari atas.
 
Ketika desa menjadi objek berita, terutama yang bernada negatif, dwi legitimasi ini diuji secara ekstrem. Berita buruk dapat merusak kepercayaan masyarakat yang telah dibangun melalui pemilihan. Pemilih terdekat, tetangga, teman, dan keluarga, adalah audiens pertama yang terpapar dan bereaksi. Opini mereka dapat berubah dengan cepat, dan dampak elektoralnya bisa signifikan.
 
Dari sisi administratif, sorotan media dapat memicu audit, evaluasi kinerja, dan intervensi dari pemerintah daerah. Kepala desa harus siap memberikan klarifikasi, membela kebijakan, dan menunjukkan langkah-langkah perbaikan. Kegagalan dalam merespons dengan tepat dapat mengancam legitimasi administratif dan bahkan berujung pada sanksi.
 
Dalam situasi seperti ini, kepala desa harus bertindak cepat dan strategis. Intinya, respons efektif terhadap sorotan media negatif melibatkan validasi informasi, komunikasi proaktif dan transparan, pelibatan masyarakat dalam solusi, penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, pembangunan hubungan baik dengan media, pemanfaatan teknologi informasi, dan fokus pada pelayanan publik yang baik.
 
Menjadi objek berita, apalagi yang negatif, adalah pengalaman yang tidak mengenakkan. Namun, ini juga bisa menjadi peluang untuk menunjukkan kepemimpinan yang sejati. Kepala desa yang mampu merespons dengan bijak, transparan, dan bertanggung jawab akan keluar dari krisis dengan legitimasi yang lebih kuat.
 
Pada akhirnya, dwi legitimasi adalah modal berharga untuk membangun desa yang lebih baik. Kepala desa yang bijak akan memanfaatkannya sebagai kekuatan untuk melayani masyarakat dan membangun citra positif desa, bukan hanya sekadar bertahan dari badai berita.( Murti)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Minggu, 25 Okt 2026 18:58 WIB | Hukum dan Kriminal

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:55 WIB | Ekbis dan Hiburan

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, beritaplus.id - Di tengah tantangan persaingan usaha yang semakin ketat, sejumlah UMKM binaan Pertamina menunjukkan bahwa bisnis tidak hanya dapat ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol 

Pasuruan - beritaplus.id | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pasuruan menggelar konsolidasi dan bimbingan teknis ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

Semarak HUT ke-81 TNI, Kodim Ponorogo Gelar Prima Run 2026, Diikuti 1.300 Peserta

PONOROGO, Beritaplus.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026, Kodim 0802/Ponorogo menggelar l ...
Sabtu, 24 Okt 2026 16:32 WIB | Hukum dan Kriminal

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah ...
Sabtu, 24 Okt 2026 11:16 WIB | Politik dan Pemerintahan

TPA Mrican Baru Seluas 9,4 Hektare Segera Dibangun, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

PONOROGO, Beritaplus.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam mengatasi persoalan sampah mulai menemukan titik terang. Pelaksana Tugas (Plt) B ...