Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Hadirkan Ketua Saudagar Perempuan Muslim Indonesia
Ponorogo, beritaplus.id | Kaum perempuan juga memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu Pengurus Daerah (PDA) Aisyiyah Ponorogo, Jawa Timur, menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI Selasa 30 Desember 2025 bertempat di RestoMu Ponorogo.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI, Plt Bupati Ponorogo Hj. Lidyarista S.H, Ketua PDA Aisyiyah Ponorogo Hj.Titi Listyorini.
Acara lebih meriah lagi dengan kehadiran Ketua Saudagar Perempuan Muslim Indonesia, Dra. Mardiana Indraswati.
Selain itu juga hadiri para peserta lainnya dari Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Ponorogo, Amal Usaha ‘Aisyiyah Ponorogo, dan Majelis dan Lembaga PDA Ponorogo.
Ketua Saudagar Perempuan Muslim Indonesia, Dra. Mardiana Indraswati menekankan bahwa Empat Pilar kebangsaan ini sangat penting untuk terus diperkuat, terlebih dengan tidak sedikit generasi saat ini yang hampir tidak hafal Pancasila.
“Kesadaran kebangsaan kita juga melemah. Banyak anak-anak sekarang tidak hafal Pancasila. Padahal dulu ini adalah dasar pembentukan karakter bangsa,” ungkapnya.
Dra. Mardiana Indraswati menyoroti implementasi ekonomi kerakyatan dalam amanat Pasal 33 UUD 1945.
Menurutnya, Indonesia sudah hampir 80 tahun merdeka, namun masih tergolong negara berkembang. Bandingkan dengan Korea Selatan yang merdeka hampir bersamaan.
“Korupsi juga menjadi tantangan negara ini dari sekitar 180 negara, Indonesia masih berada di peringkat 99 negara terkorup. Ini memalukan dan harus kita sadari bersama,”tuturnya.
Namun begitu, Mardiana mengaku bangga akan Ponorogo yang memiliki potensi pertanian yang luar biasa, termasuk dengan sumber daya manusianya. Terlebih dengan kepemimpinan perempuan di wilayah ini, ia berharap Ponorogo menjadi daerah yang lebih bersih dan kuat.
“Aisyiyah harus ikut berperan aktif, bukan dalam proyek, tetapi dalam membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat,”tandasnya.
Sementara Plt Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita mengapresiasi peran Aisyiah sebagai organisasi perempuan otonom di bawah naungan Muhammadiyah yang selama ini bergerak di bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, pemberdayaan, serta gerakan kebangsaan.
“Aisyiyah dan Muhammadiyah konsisten dalam penguatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial di Ponorogo,” terangnya.
Masih menurut Bunda Lis, derasnya arus informasi di media sosial berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila tidak disaring dengan baik.
“Di era digital, fungsi Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi semakin krusial untuk menjaga persatuan,”pungkas Bunda Lis.(aw)
Editor : Redaksi