Dari Dapur Rumah ke Foodcourt Desa, Dapur Arisha Naik Kelas Berkat Pendampingan UWP
GRESIK, BeritaPlus.id - Perguruan tinggi kembali menunjukkan perannya dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan. Tim Dosen Universitas Wijaya Putra (UWP) melaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat dengan mendampingi usaha mikro Dapur Arisha di Desa Cagakagung, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, agar lebih berdaya saing dan berkelanjutan.
Program ini diketuai oleh Dr. Fitra Mardiana bersama tim pelaksana yang terdiri dari Dr. Trisa Indrawati, dan Lily Indah Pratiwi, seluruhnya dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Putra (UWP). Kegiatan ini menyasar pelaku usaha mikro perempuan desa dengan fokus pada penguatan produksi, pemasaran, dan pengelolaan keuangan berbasis digital.
Mitra program, Widi Suci Ariani, merupakan pemilik usaha kuliner rumahan Dapur Arisha yang sebelumnya hanya memproduksi minuman teh dan jagung kriwil dengan peralatan sederhana dan pemasaran terbatas melalui pesan WhatsApp. Melalui program pendampingan ini, Tim Dosen Universitas Wijaya Putra (UWP) membantu mitra meningkatkan kapasitas usaha secara menyeluruh.
Pendampingan dimulai dari penguatan aspek produksi melalui pengadaan dan pelatihan penggunaan peralatan usaha yang lebih memadai dan higienis. Mitra juga didorong melakukan diversifikasi produk kuliner agar lebih sesuai dengan selera pasar, khususnya konsumen muda. Hasilnya, Dapur Arisha kini memiliki beragam menu jajanan dan minuman yang lebih variatif dan menarik.
Pada sisi pemasaran, Dose Universitas Wijaya Putra (UWP) mendampingi mitra untuk tidak hanya mengandalkan penjualan daring, tetapi juga melakukan penjualan langsung. Satu unit rombong angkringan difasilitasi dan digunakan untuk berjualan di Foodcourt Cagakagung, yang dikembangkan oleh pemerintah desa. Kehadiran rombong ini membuka akses pasar baru dan meningkatkan visibilitas usaha di ruang publik desa.
Selain itu, aspek manajemen keuangan menjadi perhatian penting dalam program ini. Tim pelaksana memberikan pelatihan pencatatan keuangan sederhana berbasis digital serta pendampingan penggunaan sistem pembayaran nontunai melalui QRIS. Dengan langkah ini, mitra kini mampu memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga, serta mengelola transaksi secara lebih rapi dan transparan.
Ketua Tim Pelaksana, Dr. Fitra Mardiana, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan omzet usaha, tetapi juga membangun kemandirian dan kepercayaan diri pelaku usaha mikro perempuan.
“Pendampingan ini dirancang agar mitra mampu mengelola usahanya secara profesional, berani berinovasi, dan siap berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dampak program dirasakan langsung oleh mitra, mulai dari meningkatnya kapasitas produksi, bertambahnya variasi produk, meluasnya jangkauan pasar, hingga membaiknya tata kelola keuangan usaha. Lebih dari itu, program ini memperkuat peran perempuan desa sebagai pelaku ekonomi produktif yang berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal.
Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Universitas Wijaya Putra melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) atas pendanaan internal dan dukungan penuh, serta kepada Pemerintah Desa Cagakagung dan Tim Penggerak PKK yang telah berkolaborasi sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)
Editor : Redaksi