Temu Suku dan Etnis Kabupaten Jombang" Merajut Silaturahim, Padukan Langkah dan Hati Menuju Jombang Sejahtera
Jombang – beritaplus.id | Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersinergi dengan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman.
Semangat kebersamaan tersebut terwujud dalam acara "Temu Suku dan Etnis Kabupaten Jombang" dengan tema “Merajut Silaturahim, Padukan Langkah dan Hati Menuju Jombang Sejahtera Penuh Harmoni”. Kegiatan digelar khidmat di Ruang Bung Tomo, Kantor Pemkab Jombang, Jumat (17/4/2026) malam.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Jombang Salmanudin mewakili Bupati Warsubi, perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah Agus Purnomo, jajaran Asisten, Kepala OPD, Ketua FPK Jombang Drs. H.M. Zaimuddin Wijaya As’ad (Gus Zuem), serta tokoh agama, tokoh adat, dan perwakilan berbagai suku etnis.
Dalam sambutannya yang dibacakan Wabup Salmanudin, Bupati Warsubi menyampaikan bahwa kemajemukan adalah kekuatan utama daerah ini.
"Kabupaten Jombang yang dikenal sebagai Kota Santri memiliki kekuatan kultural yang bersumber dari nilai-nilai religius dan kearifan lokal. Jombang juga sering disebut sebagai miniatur Indonesia karena keberagamannya," ujar Salmanudin.
Beliau juga mengingatkan pentingnya memegang teguh filosofi lokal. “Prinsip ‘Rukun Agawe Santosa, Crah Agawe Bubrah’ menjadi pedoman dalam menjaga harmoni sosial,” tambahnya.
Momentum ini juga menjadi ajang apresiasi atas kondusivitas daerah. Berdasarkan data, Jombang mencatatkan capaian sangat baik dalam Indeks Harmoni Indonesia Tahun 2025 dengan skor rata-rata 6,83 (Kategori Baik).
"Secara rinci, dimensi keberagaman meraih skor tertinggi yakni 7,10, disusul dimensi budaya (6,84), dimensi sosial (6,81), dan dimensi ekonomi (6,62)," ungkapnya.
Di tengah capaian tersebut, Wabup Salmanudin mengingatkan agar tidak lengah menghadapi tantangan modern seperti peredaran minuman keras, narkotika (P4GN), hingga fenomena tawuran antar pemuda.
"Permasalahan ini memerlukan penanganan komprehensif dan berkelanjutan. Peran Bakesbangpol sangat penting melalui program penguatan wawasan kebangsaan dan fasilitasi P4GN," tandasnya.
Menurutnya, pembangunan daerah harus seimbang antara aspek fisik dan non-fisik, termasuk penguatan karakter bangsa dan nilai toleransi demi mewujudkan Jombang Maju Sejahtera untuk Semua.
"FPK diharapkan terus memperkuat peran sebagai wadah dialog lintas etnis dan penggerak nilai-nilai persatuan," pungkasnya.
Acara berlangsung guyub dan akrab, ditandai dengan penampilan perwakilan suku mulai dari Jawa, Papua, hingga etnis Tionghoa yang mengenakan busana adat. Mereka juga membawakan lagu-lagu daerah yang menyatukan keberagaman dalam satu harmoni.(ajr)
Editor : Redaksi