Gelaran Wayang Kulit Iringi Pengukuhan Pengurus Pepadi Ponorogo Periode 2026-2030
Ponorogo, beritaplus.id | Dalam rangka pengukuhan pengurus Pepadi Kabupaten Ponorogo masa bakti 2026-2030 Dinas Kebudayaan Pariwisata Ponorogo menggelar pagelaran wayang kulit.
Luar biasanya lagi pagelaran wayang kulit yang digelar di panggung Mix Zone Creative Sabtu (25/4/2026) menghadirkan kolaborasi spektakuler dua dalang remaja Ki Catur Wibowo, S.Sn dengan Ki Galih Wisnu Kesawa,S.Sn.
Suasana tambah gayeng karawitan Pujonggo Anom mengiringi kedua dalang yang mengambil lakon Rama Nitis bersama tiga dara sinden Dwi Lestari, Tri Utari, Tyas Rahayu.
Pelantikan yang berlangsung sederhana penuh khidmad dihadiri Plt. Bupati diwakili Kadisbudparpora, Ketua Pepadi Prop. Jatim, Ketua Pakasa Gebang Tinatar, Ketua Paguyuban Camat Ponorogo, Kepala SMPN 1 dan 2, Kepala SMAN 1 dan 2, ketua group karawitan warga Pepadi Ponorogo, Persatuan Dalang Muda Ponorogo (Perddapon).
Ketawang Ibu Pertiwi mengiringi prosesi pengukuhan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pepadi Proovinsi Jawa Timur oleh sekretaris Marji,S.Pd. dilanjutkan pelantikan dan pengukuhan Pepadi Ponorogo oleh Ketua Pepadi Jawa Timur Sinarto,S.Kar, M.M.
Prosesi pengukuhan diakhiri dengan penyerahan tokoh wayang oleh Plt.Bupati bersama Ketua Pepadi Jawa Timur dan Pepadi Ponorogo kepada kedua dalang.
Ketua Pepadi Ponorogo Drs. Parwoto, M,.Si mengatakan sangat bersyukur pada malam ini Pepadi Ponorogo periode 2026-2030 telah dilantik secara resmi.
“Syukur Alhamdulillah bersama pelantikan Pepadi kita teruskan dengan pegelaran wayang kulit rutin akhir bulan malam Minggu setiap akhir bulan,”ujarnya.
Kepada semua pengurus Pepadi, Parwoto berharap untuk sadar dan sabar bahwa pengurus di Pepadi adalah kegiatan sosial ibadah, guyup, rukun, bersatu biar kuat.
Parwoto menegaskan, bahwa Pepadi Ponorogo tetap menerima saran dan kritik dari masyarakat supaya Pepadi Ponorogo tetap eksis.
“Ke depan, beberapa agenda Pepadi akan tetap menjalankan program rutin akhir bulan, pentas wayang kulit tetap menjadi agenda pokok. Di samping masih ada wayang halal bihalal yang sudah terlaksana, lomba macapat pelajar, festival karawitan pelajar, wayang menyambut 1 Sura / 1 muharam, wayang peringatan Hari Wayang Nasional gelar dalang bocah, remaja, muda dan dewasa, dan wayang menyambut tahun baru masehi,”sebutnya.
Di tempat yang sama, ketua Pepadi Provinsi Jawa Timur Sinarto, S.Kar, M.M mengungkapkan bahwa pengurus Pepadi Ponorogo wajib mewujudkan seni luhur pewayangan. Se Jawa timjur paling mampu setiap tahun mengadakan festival dalang.
“Kami Pepadi Jawa Timur titip kepada pemerintah kabupaten Ponorogo bahwa adat tradisi itu salah satu cara untuk menghidupkan kesenian. Maka pelestarian adat dan tradisi haruis dimaksimalkan. Maka Ponorogo harus memberi contoh sebagai pengurus Pepadi yang paling banyak,”tuturnya.
Sementara Kepala Disbudparpora Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi,S.Sos, M.Si mengucapkan terima kasih atas kedatangan ketua Pepadi Jawa Timur.
“Selamat dan sukses pak Parwoto Ketua Pepadi Ponorogo bersama pengurus yang baru. Dengan dilantiknya malam ini semoga membawa Pepadi Ponorogo menjadikan lebih semangat dalam melestarikan wayang kulit di ponorogo,”tandasnya.
Kepala Disbudparpora menegaskan, apa yang menjadi program Pepadi Ponorogo pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olah Raga siap mendukung apa yang menjadi program Pepadi Ponorogo.
“Terima kasih kepada Pepadi Ponorogo yang dinahkodai Parwoto dalam melestarikan seni adi luhung seni wayang dan pedalangan di Kabupaten Ponorogo,”pungkasnya.(aw)
Editor : Redaksi