Biadab, Gadis Tunagrahita Asal Patebon Diperkosa Hingga Diancam Dibunuh
Pasuruan, beritaplus.id |Gadis penyandang tunagrahita asal Dusun Patebon, Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan jadi korban pemerkosaan yang diduga dilakukan pria beristri. Kini, kondisi gadis tersebut mengalami trauma luar biasa. Pihak keluarga korban mendesak polisi segara menangkap pelaku.
"Sudah kami laporkan ke Polres Pasuruan. Namun sampai saat ini belum ada perkembangan," kata Liah ibu korban, Selasa (16/6/2026).
Ibu tiga anak menceritakan, kejadian yang dialami anak bungsunya terjadi terjadi pada bulan Maret 2026. Ketika itu, anak bungsunya berenisial AS ditinggal sendiri didalam rumah. Sampai dirumah, ibu korban terkejut melihat anaknya menangis serta ketakutan. "Saya tanyai dia kenapa kok menangis. Dijawab kalau diperkosa oleh A.(Terduga pelaku)," ungkapnya.
Ia pun kaget bak disambar petir disiang hari. Tidak percaya, ibu korban menanyai tetangga sebelah rumahnya bernama Achmad Aprilian. "Dan benar dia melihat A masuk di dalam rumah," imbuhnya.
Kejadian dialami korban ini sempat membuat warga sekitar marah. Mereka berbondong-bondong mendatangi balai desa didampingi Babinsa setempat untuk melaporkan kejadian yang dialami AS. Karena tidak direspon, pihak keluarga korban pun memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke Polres Pasuruan. Namun, hingga kini belum ada perkembangan.
"Terduga pelaku yang memperkosa anaknya masih bebas berkeliaran belum ditangkap oleh aparat kepolisian (Polres Pasuruan)," ujar dia.
Ia berharap, polisi segera menangkap pelaku dan menjebloskan ke penjara. "Saya minta polisi segera menangkap dan menahan pelaku yang memperkosa anaknya," harapannya.
Harapan sama juga dikatakan Duriat Ketua RT 01/ RW 01, Dusun Patebon, Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan. Ia meminta polisi segera menangkap pelaku. Kondisi psikis korban sangat memperhatinkan. "Korban terlihat murung dan ketakutan. Kalau di dekat orang yang tidak dikenal korban selalu ketakutan," ucap Duriat.
Menurutnya, kejadian yang dialami korban membuat jiwanya terguncang. Dia (korban) lebih banyak diam. "AS ini tidak gila jika diajak ngomong masih nyambung. Memang sedikit telat berpikirnya," sebutnya.
Untuk itu, ia meminta kepada Polres Pasuruan segera mengungkap kasus ini serta menangkap pelaku pemerkosaan. (Dik)
Editor : Redaksi