x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

S1 Ekonomi UNESA Ajak Generasi Muda Kebraon Cerdas Finansial dan Waspada Utang Konsumtif

Avatar Rosyid

Peristiwa

SURABAYA – BeritaPlus.id - Program Studi (Prodi) S1 Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bersama Karang Taruna (Kartar) RW 13 Kebraon Indah Permai, Kota Surabaya. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas generasi muda melalui edukasi kepemimpinan, literasi digital, pengembangan masyarakat berbasis riset, serta pengelolaan keuangan yang bijak.

Koordinator Prodi S1 Ekonomi Unesa, Tony Seno Aji menyampaikan bahwa kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yang bertujuan mendekatkan keilmuan kampus dengan kebutuhan masyarakat.

“Salah satu tujuan PKM adalah mendekatkan keilmuan dari kampus dengan kondisi yang ada di masyarakat. Kami juga tidak menutup ruang diskusi, dan apabila teman-teman menghendaki adanya tindak lanjut untuk mengembangkan soft skill tertentu, Prodi S1 Ekonomi siap mendampingi,” ujarnya melalui keterangannya kepada wartawan pada Senin, 10 Agustus 2026.

Ketua RW 13 Kebraon Indah Permai, Setiagil Amari mengapresiasi pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar Prodi S1 Ekonomi UNESA untuk (Kartar). Menurutnya, pembekalan mengenai kepemimpinan dan pengembangan kapasitas diri sangat dibutuhkan oleh generasi muda, khususnya anggota Karang Taruna yang nantinya akan menjadi penerus kepemimpinan di lingkungan masyarakat.

“Materi leadership ini sangat bermanfaat untuk mengelola kepemimpinan, baik untuk diri sendiri maupun di masyarakat. Kami berharap pelatihan ini dapat menambah wawasan dan ilmu bagi anak-anak kami,” tuturnya.

Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah Smart Financial Youth : Penguatan Ketahanan Finansial dan Mitigasi Risiko Utang Konsumtif yang disampaikan oleh Dosen Prodi S1 Ekonomi Unesa, Chetrine Alya Rinaima. Dalam paparannya, ia mengingatkan bahwa kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital perlu diimbangi dengan literasi keuangan agar generasi muda tidak terjebak dalam perilaku konsumtif.

"Menjadi smart financial youth bukan berarti harus memiliki penghasilan yang besar, tetapi mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, memahami risiko utang, serta mempersiapkan masa depan melalui kebiasaan menabung dan berinvestasi," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa fenomena Fear of Missing Out (FOMO), tren belanja impulsif, hingga kemudahan penggunaan layanan paylater dan pinjaman daring menjadi tantangan baru yang dihadapi generasi muda. Oleh karena itu, peserta diajak untuk memahami pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, serta mengenali risiko jangka panjang dari utang konsumtif.

Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK sebagai rekam jejak kredit yang dapat memengaruhi akses pembiayaan di masa depan. Melalui pemahaman tersebut, generasi muda diharapkan lebih berhati-hati dalam memanfaatkan fasilitas kredit serta membangun kebiasaan finansial yang bertanggung jawab sejak dini.

Lebih dari sekadar memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang lebih adaptif, mandiri, dan tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi di era digital. Literasi keuangan yang baik diyakini dapat membantu peserta mengambil keputusan ekonomi yang lebih rasional, mengurangi risiko terjerat utang konsumtif, serta meningkatkan kesiapan dalam merencanakan masa depan.

Sejalan dengan itu, materi yang diberikan juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi masyarakat, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membangun perilaku finansial yang produktif, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penguatan kesadaran dalam mengelola pola konsumsi secara bijak.

Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini, Prodi S1 Ekonomi UNESA berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kemampuan kepemimpinan, literasi digital, serta ketahanan finansial yang kuat sebagai bekal menghadapi dinamika sosial dan ekonomi di masa mendatang. (*)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Minggu, 25 Okt 2026 18:58 WIB | Hukum dan Kriminal

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:55 WIB | Ekbis dan Hiburan

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, beritaplus.id - Di tengah tantangan persaingan usaha yang semakin ketat, sejumlah UMKM binaan Pertamina menunjukkan bahwa bisnis tidak hanya dapat ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol 

Pasuruan - beritaplus.id | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pasuruan menggelar konsolidasi dan bimbingan teknis ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

Semarak HUT ke-81 TNI, Kodim Ponorogo Gelar Prima Run 2026, Diikuti 1.300 Peserta

PONOROGO, Beritaplus.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026, Kodim 0802/Ponorogo menggelar l ...
Sabtu, 24 Okt 2026 16:32 WIB | Hukum dan Kriminal

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah ...
Sabtu, 24 Okt 2026 11:16 WIB | Politik dan Pemerintahan

TPA Mrican Baru Seluas 9,4 Hektare Segera Dibangun, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

PONOROGO, Beritaplus.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam mengatasi persoalan sampah mulai menemukan titik terang. Pelaksana Tugas (Plt) B ...