x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

Volume Pekerjaan Tak Tercantum di Papan Proyek Revitalisasi, KORAK Soroti Transparansi

Avatar Muhajir

Politik dan Pemerintahan

Jombang, beritaplus.id | Proyek revitalisasi gedung PAUD, SD, dan SMP yang bersumber dari APBN 2026 menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, papan informasi proyek yang terpasang di lokasi disebut belum mencantumkan informasi volume pekerjaan secara lengkap.

Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan masyarakat dalam mengetahui lingkup pekerjaan dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek.

Sekretaris Jenderal Ormas Komunitas Rakyat Anti Korupsi (KORAK), Syueb, meminta pihak pelaksana dan instansi terkait memberikan penjelasan serta memastikan informasi proyek disampaikan secara transparan.

“Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai pekerjaan yang menggunakan anggaran negara. Kalau volume pekerjaan belum tercantum, sebaiknya segera dilengkapi agar masyarakat dapat ikut mengawasi,” ujar Syueb.

Menurutnya, kelengkapan informasi proyek penting agar masyarakat dapat membandingkan rencana pekerjaan dengan kondisi fisik di lapangan.

Keterbukaan informasi publik memiliki landasan dalam UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, sementara penyelenggaraan jasa konstruksi antara lain diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

Namun, tidak tercantumnya volume pekerjaan pada papan informasi belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen kontrak, spesifikasi teknis, serta ketentuan yang berlaku pada proyek tersebut.

Syueb menegaskan, transparansi harus menjadi bagian penting dalam setiap proyek yang menggunakan uang negara.

Menurutnya, pemerintah yang bersih bukan hanya ditunjukkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui keterbukaan informasi dan kesediaan mempertanggungjawabkan setiap rupiah anggaran kepada masyarakat.

“Kami tidak menuduh siapa pun. Kami hanya meminta keterbukaan. Kalau pemerintah ingin membangun kepercayaan publik dan mewujudkan pemerintahan yang bersih, jangan ada informasi proyek yang membuat masyarakat harus bertanya-tanya. Buka datanya, jelaskan pekerjaannya, dan biarkan masyarakat ikut mengawasi. Uang negara adalah uang rakyat, sehingga penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka,” tegas Syueb.(ajr) 

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Minggu, 25 Okt 2026 15:55 WIB | Ekbis dan Hiburan

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, beritaplus.id - Di tengah tantangan persaingan usaha yang semakin ketat, sejumlah UMKM binaan Pertamina menunjukkan bahwa bisnis tidak hanya dapat ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol 

Pasuruan - beritaplus.id | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pasuruan menggelar konsolidasi dan bimbingan teknis ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

Semarak HUT ke-81 TNI, Kodim Ponorogo Gelar Prima Run 2026, Diikuti 1.300 Peserta

PONOROGO, Beritaplus.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026, Kodim 0802/Ponorogo menggelar l ...
Sabtu, 24 Okt 2026 16:32 WIB | Hukum dan Kriminal

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah ...
Sabtu, 24 Okt 2026 11:16 WIB | Politik dan Pemerintahan

TPA Mrican Baru Seluas 9,4 Hektare Segera Dibangun, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

PONOROGO, Beritaplus.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam mengatasi persoalan sampah mulai menemukan titik terang. Pelaksana Tugas (Plt) B ...
Jumat, 23 Okt 2026 18:11 WIB | Notaris

Nama PWI Sampang Dicatut untuk Dugaan Pemerasan Sekolah, Hanggara Siap Lapor Polisi

Sampang, beritaplus.id - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sampang, Madura, menyoroti dugaan intimidasi dan pemerasan terhadap pihak sekolah oleh ...