x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

Esai Reflektif Dzulhijjah Fajar, S.H : Memahami Dilema di Tengah Harapan dan Keterbatasan Kepemimpinan Desa

Avatar Murti

Notaris

Ponorogo — beritaplus.id | Dalam kehidupan berdesa, ada banyak hal yang indah untuk kita selami bersama. Di sinilah kita hidup sebagai satu komunitas. Mengenal siapa kita sebenarnya, memahami kedudukan dan peran masing-masing — itulah awal dari kebersamaan yang kokoh.
 
Perlu kita sadari, ada makna yang berbeda namun saling melengkapi di antara kita. Memahami makna Rakyat, Masyarakat, dan Warga sangat erat kaitannya dengan keberhasilan proses pembangunan desa.
 
Rakyat adalah pemegang kedaulatan yang menjadi asal mula segala kekuasaan. Masyarakat adalah kita yang hidup berdampingan, saling merangkul, dan membangun kehidupan bersama. Warga adalah kita yang berdomisili sah di tanah ini — yang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Memahami perbedaan ini, kita pun semakin tahu apa yang menjadi hak dan tanggung jawab masing-masing.
 
Kita semua tentu berharap desa tertata rapi, jalan mulus, dan sarana memadai. Harapan itu wajar dan mulia. Namun ada kenyataan yang juga perlu kita pahami bersama: kemampuan sumber daya dan kepemimpinan desa itu terbatas. Dana dikelola dengan aturan yang ketat, bantuan dari pemerintahan yang lebih tinggi memerlukan proses dan waktu, dan iuran dari warga pun tidak boleh dipungut sembarangan.
 
Maka belum semua hal bisa terwujud seketika. Ini bukan alasan untuk berdiam diri, melainkan undangan untuk saling memahami. Membangun desa bukan tugas satu pihak saja. Rakyat berhak menaruh harapan dan mengawasi jalannya pemerintahan. Masyarakat berperan aktif berpartisipasi dan bergotong royong. Warga mendukung sesuai kemampuan yang dimilikinya. Sementara pemerintah desa berupaya sekuat tenaga dengan segala keterbatasan yang ada.
 
Bukan tentang siapa yang memimpin dan siapa yang diawasi. Tetapi rakyat, masyarakat, dan warga — kita berjalan bersama, sehingga tak ada satu pun yang tertinggal di belakang.
 
Harapan itu baik. Tetapi harapan yang disertai pengertian, kesabaran, dan kerja sama — itulah yang benar-benar membangun desa kita.(.)


Penulis adalah alumni Fakultas Hukum Universitas Merdeka Malang
 
 

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Sabtu, 24 Okt 2026 16:32 WIB | Hukum dan Kriminal

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah ...
Sabtu, 24 Okt 2026 11:16 WIB | Politik dan Pemerintahan

TPA Mrican Baru Seluas 9,4 Hektare Segera Dibangun, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

PONOROGO, Beritaplus.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam mengatasi persoalan sampah mulai menemukan titik terang. Pelaksana Tugas (Plt) B ...
Jumat, 23 Okt 2026 18:11 WIB | Notaris

Nama PWI Sampang Dicatut untuk Dugaan Pemerasan Sekolah, Hanggara Siap Lapor Polisi

Sampang, beritaplus.id - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sampang, Madura, menyoroti dugaan intimidasi dan pemerasan terhadap pihak sekolah oleh ...
Jumat, 23 Okt 2026 11:47 WIB | Notaris

PWI se-Madura Bersatu, Soroti KTA hingga Keterwakilan di PWI Jatim

Sampang, beritaplus.id | Ketua dan sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari empat kabupaten di Madura menggelar konsolidasi di Azana Style Hotel ...
Jumat, 23 Okt 2026 11:45 WIB | Politik dan Pemerintahan

Kominfo Ponorogo Deklarasikan Ekosistem Perlindungan Anak di Ruang Digital, Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Ponorogo, beritaplus.id – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfo dan Statistik) Kabupaten Ponorogo menggelar Deklarasi Bersama Ekosistem P ...
Jumat, 23 Okt 2026 08:09 WIB | Politik dan Pemerintahan

Dari Pesantren ke Penegakan Hukum, Efianto Direktur LBH KORAK Ajak Masyarakat Teladani Semangat Santri

Surabaya, beritaplus.id – Direktur Lembaga Bantuan Hukum Komunitas Rakyat Anti Korupsi (LBH KORAK), Efianto, S.H., M.H., yang pernah menimba ilmu di Pondok P ...