Dari Pesantren ke Penegakan Hukum, Efianto Direktur LBH KORAK Ajak Masyarakat Teladani Semangat Santri
Surabaya, beritaplus.id – Direktur Lembaga Bantuan Hukum Komunitas Rakyat Anti Korupsi (LBH KORAK), Efianto, S.H., M.H., yang pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya, mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai Hari Santri Nasional 2026 sebagai momentum memperkuat keimanan, menjaga persatuan, serta meneladani perjuangan para ulama dan santri dalam membangun bangsa.
Sebagai seseorang yang pernah mengenyam pendidikan pesantren, Efianto menilai bahwa nilai-nilai yang diajarkan di pesantren, seperti akhlakul karimah, kejujuran, kedisiplinan, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap sesama, merupakan bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Bagi saya, Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk mengingat kembali perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Nilai-nilai perjuangan tersebut harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Efianto.
Ia menegaskan, semangat santri tidak hanya relevan di lingkungan pesantren, tetapi juga harus tercermin dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam memperjuangkan keadilan, menegakkan supremasi hukum, dan membela hak-hak masyarakat.
Menurutnya, santri dan alumni pesantren memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga kerukunan, merawat kebinekaan, serta berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang berkeadilan dan bermartabat.
“Semangat santri harus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berbuat baik, menjaga persatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, serta berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Efianto berharap, peringatan Hari Santri Nasional dapat menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus belajar, memperkuat karakter, menjaga akhlak, dan mengambil peran nyata dalam pembangunan bangsa.
Selamat Hari Santri Nasional 2026. Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.(syd)
Editor : Redaksi