Jangan Anggap Sepele Sakit Perut: USG Solusi Aman dan Akurat untuk Deteksi Penyakit Sejak Dini

Reporter : Muhajir

Jombang  - beritaplus.id I Rasa sakit di perut sering kali dianggap ringan dan jarang segera diperiksakan ke dokter. 

Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda awal dari berbagai penyakit serius yang menyerang organ vital. 

Baca juga: DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol 

Hal ini disampaikan oleh Spesialis Radiologi RSUD Jombang, dr. Ikhsan Nugroho, Sp.Rad, dalam acara podcast Humas RSUD Jombang Menyapa, Rabu (6/5/2026).
 
Menurut penjelasan dr. Ikhsan, pemeriksaan Ultrasonografi atau USG merupakan metode diagnosis yang paling aman karena sama sekali tidak menggunakan radiasi. 

Alat ini sangat membantu dokter menegakkan diagnosis berbagai penyakit, mulai dari batu empedu, batu ginjal, usus buntu, kista ovarium, hingga adanya tumor. 

Pemeriksaan ini sangat berguna untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang lebih parah, agar penanganan yang dilakukan tepat sasaran.
 
Tujuannya supaya diagnosis lebih presisi. Jangan sampai sudah dioperasi, ternyata ada penyakit lain yang juga bermasalah, sehingga pasien harus menjalani operasi lagi, ujar dr. Ikhsan.
 
Ia memberikan contoh kasus yang sering terjadi, yaitu nyeri ulu hati yang berulang dan tidak kunjung sembuh meski sudah diobati gangguan lambung. 

Padahal, penyebab aslinya bisa jadi bukan dari lambung, melainkan dari organ lain seperti kandung empedu atau ginjal.
 
Selain untuk keluhan perut, lanjutnya, USG juga bisa digunakan untuk memeriksa bagian tubuh lain. 

Misalnya pada kasus nyeri bahu, untuk melihat apakah ada otot yang robek atau tidak. 

Baca juga: Anggota Satgas TMMD 130 Kodim 0814/Jombang Perkuat Komsos di Desa Klitih

Pemeriksaan ini juga sangat krusial bagi korban kecelakaan, guna memastikan apakah ada pendarahan di dalam rongga perut.
 
Tak hanya itu, USG juga aman digunakan pada bayi, terutama bayi lahir prematur. 

Pemeriksaan USG pada kepala bayi bertujuan mendeteksi dini kemungkinan pendarahan otak atau gangguan perkembangan otak. 

Pada bayi prematur, perkembangan organ mungkin belum sempurna. 

Kita cek kondisi otaknya, ada masalah atau tidak, agar segera diketahui cara penanganannya, jelasnya.
 
Dokter Ikhsan juga menyoroti masih banyak masyarakat yang enggan melakukan USG karena takut terpapar radiasi. 

Baca juga: Dua Tahun Prabowo: Harapan Buruh, Janji Perlindungan, dan Pekerjaan Rumah!

Padahal, anggapan itu keliru, dari sisi medis, USG sangat aman dan bisa dilakukan berulang kali tanpa menimbulkan efek samping apa pun.
 
USG itu paling aman karena tanpa radiasi, mau diperiksa sehari tiga kali pun tidak ada masalah, tegasnya.
 
Ia pun mengingatkan pentingnya deteksi dini, terutama untuk penyakit batu empedu dan batu ginjal. 

Jangan menunda pemeriksaan hingga gejala memberat. Kalau batu empedu dibiarkan, bisa menyumbat aliran cairan empedu dan membuat tubuh jadi kuning. Kalau ada batu di ginjal juga harus cepat ditangani. Kalau terlambat, fungsi ginjal bisa rusak permanen dan pasien harus menjalani cuci darah seumur hidup, pungkasnya.
 
Sebagai informasi tambahan, USG adalah teknik pencitraan medis yang memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menampilkan gambaran organ dalam tubuh. 

Berbeda dengan rontgen atau CT Scan, USG tidak menggunakan radiasi pengion, sehingga sangat aman digunakan untuk semua kalangan, termasuk ibu hamil dan anak-anak.(ajr)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru