ADM KPH Lawu Ds Kirim Delegasi Hadiri Rakernas PLMDH Indonesia di Perhutani Forestry Institute  

Reporter : Murti
Foto Bersama Paska Pembukaan Rapimnas PLMDH Indonesia 6 - 7 Juni 2026 di Perhutani Forestry Institut

Jawa Timur – beritaplus.id | Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (PLMDH) Indonesia berlangsung di Perhutani Forestry Institute, Jl. Rimba Mulya No. 11, Kartoharjo, Madiun, Sabtu (6 Juni 2026). Acara ini menjadi wadah strategis penyatuan visi antara PLMDH Indonesia, Perum Perhutani, dan Kementerian Kehutanan demi kelestarian hutan dan kesejahteraan rakyat.

Baca juga: Esai Reflektif Dzulhijjah Fajar, S.H : Politik Bebas Aktif, Kearifan Nusantara Persembahan untuk Kedamaian Dunia  

 
Turut hadir Wakil Menteri Kehutanan Rohmad Marzuki S.Hut, Direktur Utama Perum Perhutani Tio Handoko, jajaran pejabat terkait, serta perwakilan PLMDH dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten.
 
Presiden PLMDH Indonesia Nace Pramana S.E., M.Si. menekankan pentingnya persatuan dan penguatan kelembagaan. Direktur Utama Perum Perhutani Tio Handoko menyoroti edukasi sebagai kunci utama pengelolaan hutan. Sementara itu, Wakil Menteri Kehutanan menyampaikan arahan agar pengelolaan lahan perhutanan sosial dilakukan secara terintegrasi dan disambungkan dengan program prioritas nasional.
 
Terpisah, Ketua DPD PLMDH Indonesia KPH Lawu yang juga menjabat Wakil Sekretaris PLMDH Indonesia Dzulhijjah Fajar S.H, menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan kepada ADM KPH Lawu Ds. Adi Nugroho atas segala dukungan dan bantuan yang diberikan kepada PLMDH Indonesia Perwakilan KPH Lawu ds untuk mungikuti Rakernas selama 2 hari mulai sabtu dan Minggu 6 juni 2026.
 
"Keikutsertaan kami sebagai perwakilan adalah bukti nyata komitmen KPH Lawu Ds dalam mendukung Perdir Nomor 13 Tahun 2023 tentang Pedoman Kemitraan Perhutani. Aturan ini harus dipahami dan diamalkan oleh seluruh elemen, mulai dari LMDH hingga pesanggem, agar tujuan program negara tercapai dan kesejahteraan masyarakat desa hutan meningkat, khususnya di wilayah KPH Lawu," ujarnya.
 
Rakernas ini menghasilkan kesepakatan bulat: persatuan, edukasi, dan integrasi menjadi kunci utama agar hutan tetap lestari, masyarakat sejahtera, dan mampu mendukung pembangunan nasional.

Baca juga: Esai Reflektif Dzulhijjah Fajar, S.H : Memahami Dilema di Tengah Harapan dan Keterbatasan Kepemimpinan Desa

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru