Pasuruan, beritaplus.id | Berulang kali ditertibkan, sejumlah pedagang durian yang menggunakan rengkek tetap bandel berjualan di pinggir jalan raya di sekitar Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan. Seolah peringatan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dianggap angin lalu.
Pantauan beritaplus.id di lokasi Pasar Wisata Cheng Hoo, Pandaan pada Sabtu (29/8/2026), terlihat empat pedagang durian berjualan menggunakan rengkek di pinggir jalan. Meskipun beberapa kali ditegur petugas Satpol PP karena mengganggu fungsi fasilitas umum sekaligus berpotensi menimbulkan kemacetan dan membahayakan pengguna jalan. Mereka tetap nekad berjualan.
Baca juga: Lujeng : Pengembalian Uang Tidak Menghapus Tindak Pidana
"Setiap akhir pekan pasar wisata Cheng Hoo selalu pengunjung yang datang dari berbagai wilayah," kata Edi salah seorang pengunjung pasar wisata Cheng Hoo, Pandaan.
Pria asal Sidoarjo menyayangkan ada beberapa tumpukan kulit durian di area pasar wisata. Ditemukan tumpukan kulit durian dan ceceran tali rafia, membuat pasar menjadi ikon obyek wisata sisi wilayah barat Pasuruan terkesan kumuh.
Baca juga: Kepala UPT Pengelolaan Pasar Akui Dua Toilet Dikelola Pihak Ketiga
Ia menyebut, penyebab kemancetan yang terjadi di depan pasar wisata Cheng Hoo, Pandaan dikarenakan pedagang durian yang berjualan di pinggir jalan raya. Selain itu, penataan lahan parkir yang kurang teratur.
"Kalau dibiarkan jelas mengganggu arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan," imbuhnya.
Baca juga: Pengunjung Keluhkan Pungli Toilet di Pasar Wisata Cheng Hoo
Sekedar diingat, Tahun 2025 lalu, Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan pernah melakukan sidak ke pedagang durian. Lantaran, sejumlah pengunjung pasar wisata Cheng Hoo, Pandaan merasa tertipu saat membeli durian di salah satu pedagang. Durian yang dibeli di salah satu pedagang tidak bisa dimakan isi duriannya kosong. Terkini, seorang emak-emak marah-marah membeli durian di depan gapura keluar pasar wisata Cheng Hoo, Pandaan karena durian yang dibelinya masih mentah atau durian tewel. (dik)
Editor : Redaksi