x beritaplus.id skyscraper
x beritaplus.id skyscraper

Warga Wonosari Pertanyakan Hasil BUMDes. Usai Kadesnya Terjerat Kasus Pungli PTSL 

Avatar Didik Nurhadi

Peristiwa

Pasuruan, beritaplus.id | Sejumlah warga Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan mempertanyakan hasil pendapatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang selama dikelola oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Mereka menuding, pengurus BUMDes kurang transparan soal pendapatan asli desa tersebut. 

"Masalah BUMDes pengurus terkesan tertutup. Mulai dari pendapatan hingga jumlah usaha yang dikelola," kata salah seorang warga Desa Wonosari pada beritaplus.id, Jumat (24/7/2026). 

Salah satunya, Pasar Wonosari yang sempat bermasalah terkait dugaan penyimpangan pemanfaatan toko dan stan. Bahkan di Tahun 2023, hasil audit Inspektorat Kabupaten Pasuruan muncul hasil kerugian mencapai Rp 4,2 miliar. Selain itu, masalah registrasi pasar yang sampai saat tidak jelas jluntrungnya. 

"Mulai keuntungan hingga pendapatan BUMDes seperti apa warga tidak mengetahui," ujarnya. 

Warga Wonosari meminta pengurus BUMDes bersikap transparan soal laporan pertanggungjawaban sampai pendapatan. Transparansi ini penting agar pengelolaan dana berjalan sesuai aturan dan mendatangkan kesejahteraan bersama.

Sementara itu, Elli Ais PJ Ketua BUMDes Wonosari menyatakan dirinya menjabat sebagai Ketua tanpa adanya Surat Keputusan (SK) dari Kades. Ia menyebut penghasilan BUMDes bukan konsumsi publik. "Apabila warga tanya penghasilan BUMDes pasti kita kasih tahu. Kalau wartawan tidak akan beritahu karena bukan konsumsi publik," ucap Elli. 

Masalah kerugian negara, dirinya tidak mengetahui. "Dulu saya sebagai sekertaris Ketua BUMDes, tahun 2026 diangkat sebagai PJ itu tanpa SK," tegasnya lagi.  

Ia berjanji akan memberikan dokumen pendapatan BUMDes jika warga menginginkan. "Saya akan memberikan dokumen pendapatan kepada warga apabila warga menginginkan," pungkas. 

Perlu diketahui, Tahun 2022 kasus dugaan penyimpangan pemanfaatan toko dan stan Pasar Wonosari ditangani Polres Pasuruan. Sejumlah paguyupan sampai pedagang pasar diperiksa secara maraton oleh penyidik Polres Pasuruan. Walaupun keluar hasil audit Inspektorat kerugian negara namun polisi menyebutnya bukan kerugian hingga akhirnya kasus ini ditutup. (dik)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Minggu, 25 Okt 2026 18:58 WIB | Hukum dan Kriminal

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya

Penonton Balapan Sepeda Dibacok, Korban Didampingi Dodik Firmansyah Lapor Polrestabes Surabaya ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:55 WIB | Ekbis dan Hiburan

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, beritaplus.id - Di tengah tantangan persaingan usaha yang semakin ketat, sejumlah UMKM binaan Pertamina menunjukkan bahwa bisnis tidak hanya dapat ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol 

Pasuruan - beritaplus.id | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pasuruan menggelar konsolidasi dan bimbingan teknis ...
Minggu, 25 Okt 2026 15:40 WIB | Peristiwa

Semarak HUT ke-81 TNI, Kodim Ponorogo Gelar Prima Run 2026, Diikuti 1.300 Peserta

PONOROGO, Beritaplus.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026, Kodim 0802/Ponorogo menggelar l ...
Sabtu, 24 Okt 2026 16:32 WIB | Hukum dan Kriminal

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah

Dugaan Penipuan Pengurusan SHM di Surabaya, Sejumlah Korban Klaim Rugi Ratusan Juta Rupiah ...
Sabtu, 24 Okt 2026 11:16 WIB | Politik dan Pemerintahan

TPA Mrican Baru Seluas 9,4 Hektare Segera Dibangun, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

PONOROGO, Beritaplus.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam mengatasi persoalan sampah mulai menemukan titik terang. Pelaksana Tugas (Plt) B ...