Esai Reflektif Dzulhijjah Fajar S.H : Efisiensi yang Tak Disertai Jalan Keluar, Lambat Laun Mengikis Kepercayaan Rakyat
Ponorogo - beritaplus.id | Tulisan ini merupakan kelanjutan dan penguatan dari tiga esai sebelumnya yang dimuat di media beriplus.id:
1. Legitimasi Elektoral dan Konstitusional: Dua Kaki Amanah Kepemimpinan Desa — Desember 2025
2. Legitimasi Elektoral dan Administratif: Menyelaraskan Harapan Rakyat dan Ketentuan Negara —Januari 2026
3. Mowo Coro dan Mowo Toto: Dua Sisi Amanah Kepemimpinan Desa —September 2026
Negara menetapkan efisiensi. Itu keharusan yang tidak dapat ditawar — agar setiap rupiah terpakai sebaik-baiknya. Namun ketika efisiensi hanya berbentuk aturan yang semakin ketat tanpa disertai kemudahan akses, informasi, dan pendampingan, maka yang terjadi adalah kebuntuan. Program ada, namun sulit dijangkau. Dana tersedia, namun syaratnya terasa semakin jauh dari kemampuan desa pada umumnya.
Kesulitan ini bukan sekadar masalah administrasi. Ini perlahan dirasakan oleh warga. Ketika harapan yang disuarakan tidak kunjung terwujud, lambat laun muncul keraguan. Kepercayaan yang dulu diberikan — legitimasi elektoral — perlahan tergerus. Di sinilah keterkaitannya dengan pemahaman kita sebelumnya: legitimasi administratif yang terlalu kaku tanpa jalan keluar, justru melemahkan legitimasi elektoral yang sesungguhnya menjadi dasar berdirinya pemerintahan desa.
Maka diperlukan pemahaman yang lebih lengkap. Aturan dan efisiensi tetap harus dijalankan. Namun di sisi lain, akses informasi, jejaring komunikasi, dan kemitraan antarlembaga — termasuk dukungan dari para wakil rakyat — adalah jembatan yang wajib ada. Tanpa itu, keduanya akan berjalan terpisah: negara menuntut ketepatan, rakyat merasa tidak terlayani.
"Desa mowo coro, negara mowo toto." Bukan berarti suara rakyat harus menyesuaikan diri sendirian dengan aturan negara. Aturan negara pun seharusnya menyisakan ruang agar suara rakyat dapat diwujudkan. Jika keseimbangan ini terjaga, maka efisiensi adalah pelindung keadilan. Namun jika keseimbangan ini hilang — efisiensi yang tidak disertai jalan keluar, lambat laun mengikis kepercayaan rakyat.
Penulis esai : Dzulhijjah Fajar S.H adalah Alumni fakultas hukum unmer malang, Mantan ketua Komnas LP KPK Komcab Ponorogo dan Pernah aktif di jurnalistik media Prorakyat
Editor : Redaksi