Ponorogo, beritaplus.id | Alip Sugianto, ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Ponorogo beserta jajaran pengurus sowan Kiai di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo.
Kedatangan tersebut disambut, Pimpinan Pesantren KH. Abdus Sami' Hasyim, KH. KH. Abdul ‘Adzim. dan KH. Abdul Wachid
Ajang silaturohim tersebut sebagai upaya meminta nasehat kepada para Kiai, dalam menjaga kerukunan antar suku, etnis, dan budaya di Ponorogo mengingat pesantren adalah miniatur Indonesia.
“Saya bersama jajaran pengurus FPK Kabupaten Ponorogo silaturahim ini dalam rangka berburu nasehat, doa serta mengenalkan organisasi FPK yang ada di Ponorogo yang merupakan wadah berkumpulnya para suku, etnis dan budaya yang ada di Ponorogo,"tuturnya.
Bagi Alip, nasehat dan doa para Kiai adalah hal penting dalam mejaga kerukunan di Ponorogo.
“Kami membutuhkan banyak nasehat untuk gerakan FPK kedepan agar lebih terarah dan semakin cerah,"ujar dosen di Unmuh Ponorogo ini.
Dalam kunjungan tersebut, Alip Sugianto beserta rombongan mendapat sejumlah nasehat yang menguatkan, seperti pentingnya menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan dalam ke bhinekaan.
Di tempat yang sama, KH. Abdus Sami menyampaikan bahwa pesantren ini multikultural dari berbagai daerah, yang memiliki keragaman etnis, bahasa, budaya.
"Di pesantren pada saat Haflah Akhirsunnah menampilkan berbagai seni budaya nusantara seperti Reyog, Unto-untoan, Gajah-gajahan, Barongsai dan yang lainnya,"terangnya.
Lebih lanjut beliau menyampaikan rasa senang, bisa bersilaturahim dengan saudara-saudara FPK.
"Dengan Silaturahim, saling mengenal, ada pepatah tak kenal maka tak sayang,"ucapnya mantab.
Pertemuan ini berlangsung khidmad dan penuh keakraban ini diakhiri dengan doa bersama untuk bangsa dan foto bersama sebagai simbol sinergi antara elemen masyarakat.(aw)
Editor : Redaksi