Ponorogo, beritaplus.id | Dalam rangka Harlah Ipari ke-3 Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD Ipari) Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan Festival Penyuluh Agama 2026 dengan tema Ipari merawat negeri gerakan spiritual, literasi dan ekoteologi. .
Acara ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan kompetensi penyuluh agama, seringkali mencakup lomba, seni budaya Islam, atau kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat binaan.
Acara yang digelar di Mall Ponorogo City Center pada Minggu (24/5/2026) ini menjadi ajang syiar melalui seni, mengajak masyarakat lebih dekat dengan nilai-nilai Islam lewat beberapa lomba. Kehadiran Penyuluh menambah suasana semakin meriah dan penuh semangat kebersamaan.
Baca juga: Gelaran Wayang Kulit Iringi Pengukuhan Pengurus Pepadi Ponorogo Periode 2026-2030
Penampilan ini menjadi bukti nyata bahwa para penyuluh agama Islam tak hanya berperan dalam pembinaan umat, tetapi juga aktif memanfaatkan seni sebagai media dakwah yang menyentuh hati.
Serangkaian perlombaan menarik untuk generasi muda kategori lomba, lomba Mewarnai (TK/RA/BA), lomba Pildacil (SD/MI), lomba Video Pendek (SMP/MTs), lomba Karya Tulis Ilmiah (SMA/SMK/MA se-Kabupaten Ponorogo).
Tak hanya itu, festival tersebut menghadirkan agenda penting mulai dari seminar dakwah ekoteologi, Ipari Ponorogo Award, hingga bazar UMKM.
Turut hadir dalam acara ini, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc,M.A, Direktur penerangan agama islam Kemenag RI, Dr.H. Jamaludin M. Marki, Lc. M.Si, Kasubdit Bina penyuluh Agama Islam Kemenag RI, Achmad Ubaidillah, SE, M. AB Ketua tim penyuluh agama islam dan sistem informasi Kemenag Jatim, Plt. Kankemenag Ponorogo Mohamad Thohari,S.Ag, M.H, Kepala Seksi Bimas Islam H. Hayat Prihono Wiyadi,M.H, dan PW Ipari Provinsi Jawa Timur.
Ketua Ipari Ponorogo Indun Fanani,S.Th.I,M.Pd mengatakan kegiatan festival penyuluh agama 2026 dalam rangka memperingati hari lahir Ipari ke-3 mengusung tema Ipari merawat negeri gerakan spiritual, literasi, dan ekoteologi.
Ia menyebut pada festival ini ada beberapa rangkaian kegiatan lomba berdasarkan layanan kepada masyarakat karena kelompok binaan penyuluh itu dari beberapa ketegori kelompok masyarakat.
Mulai tingkat TK lomba mewarnai ada 43 peserta, tingkat SD/MI pildacil 29 peserta, tingkat SMP/MTs lomba membuat video pendek tema ekoteologi ada 17 peserta, SMA lomba literasi KTI ada 9 peserta.
Selain itu juga ada seminar dakwah ekoteologi memberi bekal ke penyuluh agama agar memahami tentang dakwah ekoteologi agar bisa dipraktekan di Masyarakat sebagai nara sumber dari akademisi agama Katolik dan Islam, dan dari Dinas lingkungan hidup.
Baca juga: Disbudparpora Ponorogo–Pepadi Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk, Dalang Bocah Ikut Tampil
Yang mengejutkan lagi, sebagai surprice pemberian apresiasi dalam bentuk Ipari Ponorogo Award bagi penyuluh yang tanpa pamrih hanya melaksanakan program kemenag tapi sebenarnya telah di nilai dari atasan.
“Ponorogo Award dengan 3 kategori yaitu conten challege go nasional bagi penyuluh yang berprestasi dalam media sosial, kategori jumlah laporan Elektrolik Penyuluh Agama (EPA) terbanyak dan kategori kehadiran dalam program CARE,”sebutnya.
Indun berharap, dengan menjadi kepanitiaan masyarakat semakin mengenal profesi penyuluh agama berikut dengan layanan keagamaannya. Berbasis kegiatan kebersaman tidak mungkin kita melaksanakan Harlah Ipari se meriah dan keren ini kalau tidak kompak.
“Disampaikan terima kasih yang luar biasa kepada seluruh panitia dan penyuluh agama di Ponorogo atas kerjasamanya dalam kepanitiaan Harlah ke-3 Ipari pada Festival Penyuluh Agama,”pungkasnya.
Di tempat yang sama, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc,M.A, Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI memberikan apresiasi kepada penyuluh agama Ponorogo yang hari ini menyelenggarakan festival penyuluh agama dalam rangka harlah Ipari ke-3 tahun 2026.
“Luar biasa, kegiatannya cukup beragam ada seminar, pemberian penghargaan kepada penyuluh berprestasi, rangkaian perlombaan dan bazar UMKM,”puji Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI.
Baca juga: Peduli Bahasa Jawa di Pergaulan Gugus 1 Kecamatan Ponorogo Gelar Workshop
Pun ini membutikan bahwa penyuluhan agama itu bukan hanya ceramah di mimbar masjid tetapi mereka menjadi penggerak ditengah masyarakat, menjadi agen perubahan sosial, mendampingi masyarakat dalam pengembangan UMKM, ada bazar pendampingan sertifikasi halal warung makan dan penyembelihan unggas.
Menunjukan mereka hadir ditengah masyarakat memberikan advokasi, pendampingan ini yang kita harapkan,”pungkasnya.
Sementara Plt. Kankemenag Ponorogo Mohamad Thohari,S.Ag, M.H memberikan apresiasi atas terselengaranya fesvifal yang dinilai mampu memperkuat peran strategis penyuluh agama di tengah masyarakat.
“Festival Penyuluh Agama 2026 sebagai bentuk nyata integritas dan komitmen Ipari dalam mengabdi kepada masyarakat,”ucapnya.
Ia menegaskan, penyuluh agama harus meningkatkan kapasitas diri baik dalam wawasan keagamaan, literasi digital, maupun kemampuan sosial kemasyarakatan.(aw)
Editor : Redaksi