Ponorogo, beritaplus.id | Panitia Hari Anak Nasional (HAN) Kabupaten Ponorogo menggelar peringatan Hari Anak Nasional 2026 penuh semarak di Lapangan Kodim 0802 Ponorogo Selasa (9/6/2026).
Ratusan anak bersama orang tua dan guru mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.
Baca juga: TPA Mrican Baru Seluas 9,4 Hektare Segera Dibangun, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar
21 kecamatan se-kabupaten Ponorogo mengikuti lomba dalam rangka memperingati Hari anak Nasional IGTKI dan Himpaudi yang masing-masing ada 7 lomba termasuk lomba bagi guru dan anak.
Plt Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita hadir membersamai anak –anak yang penuh ceria bersama guru melepas balon sebagai tanda dibukanya acara.
Tak hanya itu, Bunda Lisdyarita bersama jajaran Forkopimda Ponorogo ikut menari bersama peserta bergerak energik menarikan Gegojegan Putu Warok.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Lis –sapaan Lisdyarita– menyebut perlunya memberikan ruang berekspresi bagi anak-anak untuk memenuhi hak-hak mereka. Mengacu Konvensi Hak Anak (KHA) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) anak sejak lahir hingga berusia 18 tahun memiliki hak kelangsungan hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi.
“Anak-anak adalah generasi penerus yang harus tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan bakat, karakter, dan kecintaannya terhadap budaya bangsa,”ucap Lisdyarita.
Dalam sambutannya Bunda Lisdyarita mengapresiasi upaya Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) serta Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) mengenalkan kesenian reog sedari dini.
“Peserta tari masal itu menunjukkan identitasnya sebagai putu warok sekaligus bergerak lincah diiringi gamelan Reog Ponorogo. Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kreativitas, dan rasa percaya diri,”ucap Bunda.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Nurhadi Hanuri menjelaskan, bahwa anak-anak mampu berkembang optimal baik dari aspek akademik, sosial, maupun emosional melalui pendekatan yang menyenangkan.
Pun pihaknya mendukung IGTKI dan Himpaudi yang kerap menggelar kegiatan dengan melibatkan peserta didiknya secara masif. Tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga pengembangan potensi melalui seni, budaya, dan kreativitas.
Sementara Mukhlas koordinator pelaksanaan lomba IGTKI dan Himpaudi menjelaskan, rangkaian acara peringatan Hari Anak Nasional tahun 2026 ini diadakan lomba untuk IGTKI dan Hinpaudi se-Kabupaten Ponorogo.
Sebutnya IGTKI ada 7 lomba dan Himpaudi ada 7 lomba yang diikuti guru dan anak didik se 21 Kecamatan.
Menariknya lagi kata Mukhlas ini karena jamannya sudah berubah maka lombanya sekarang berbasis IT.
Masih kata Mukhlas, tujuan digelarnya lomba ini salah satunya memeriahkan Hari Anak Nasional, kedua sebagai evaluasi kualitas pendidikan Paud di Ponorogo.
“Sehingga setelah kita lihat ternyata kualitas Paud di Ponorogo sangat membanggakan termasuk guru dan anaknya terlihat antusias yang luar biasa dalam mengikuti kegiatan HAN ini,”tuturnya.
Pihaknya berharap, porsi untuk kepedulian anak-anak di jaman era digital ini perhatikan dan peluangkan waktu untuk anak-anak didampingi dalam belajar.
Termasuk didalamnya guru-gurunya juga begitu tingkatkan ilmunya karena dunia yang dahulu dan sekarang berbeda.
“Untuk pemerintah daerah saya berharap ada perhatian untuk program anak usia dini dan juga program guru untuk anak usia dini terutama kesejahteraannya,”pungkasnya.
Peringatan Hari Anak Nasional di Kabupaten Ponorogo digelar tari masal Gegojegan Putu Warok yang menjadi salah satu penampilan yang menyita perhatian.
Terlihat anak-anak dengan ceria bergerak energik berbarengan sorak dukungan dari orang tuanya dan para guru. Sejak pagi, lokasi kegiatan sudah dipadati peserta yang antusias mengikuti berbagai agenda lomba dan pertunjukan seni.(aw)
Editor : Redaksi