Sopir Menjerit! Solar di Pasuruan Langka

Reporter : Didik Nurhadi
Nampak antrean panjang terjadi di SPBU Jalan Raya Bypass Pandaan  

Pasuruan, beritaplus.id | Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di wilayah Pasuruan, membuat para sopir menjerit. Selain harus mengantre berjam-jam di SPBU tanpa kepastian, mereka juga harus rela kehilangan sebagian penghasilan hingga terlambat bongkar muatan.

Antrean truk mengular terjadi di salah satu SPBU 54.671.36, Jalan Bypass, Pandaan. Mereka harus mengantre berjam-jam tanpa ada kepastian dari pihak SPBU. Apabila kehabisan solar, para sopir terpaksa gigit jari. 

Baca juga: Truk Tangki BBM PT SEAN Bumi Indo Raib di Halaman Polsek Ngasem

Seperti yang dirasakan Suyanto, sopir truk box asal Pandaan pada beritaplus.id, Jumat (26/6/2026) sore. Ia mengaku mengantre selama tiga jam di SPBU untuk mengisi bahan bakar solar. Lamanya mengantre bahan bakar tersebut, membuat pendapatannya terancam terpotong. 

"Sudah hampir tiga jam lebih antre solar. Jika kehabisan iya terpaksa mencari SPBU lain," kata Suyanto dengan raut muka sedih.

Baca juga: Polres Lumajang Bongkar Penyalahgunaan 73 Liter Solar Bersubsidi

Pria paru bayah marasa dirugikan kelangkaan solar yang terjadi di Pasuruan. Setiap hari dirinya harus antre di SPBU untuk mendapat bahan bakar ini. "Sudah antre kepastian stok solar pun tidak jelas. Kalau terus seperti ini jelas rugi waktu, tenaga dan finansial.

"Antrean BBM terjadi sejak Senin (21/6/2026) hampir semua SPBU di wilayah Pasuruan mengalami kelangkaan solar," sebutnya.

Baca juga: Polres Pasuruan Kota Keluarkan Sprindik Baru Sita Kembali Truk BBM

Dari pantuan awak media ini menyebut, antrean panjang truk dan mobil pribadi juga terjadi mulai dari SPBU kawasan Kajapanan, Gempol. Lalu Jalan Raya Bypass Pandaan, Prigen arah Tretes serta Sokorejo. Rata-rata para sopir harus mengantre sekitar dua sampai tiga  jam untuk membeli solar di pompa bensin. Langkahnya solar, membuat para sopir pulang larut malam.

Mereka pun berharap pemerintah segera mengambil sikap untuk mengatasi masalah kelangkaan solar di wilayah Pasuruan. "Orang kecil jangan dijadikan korban terus. Barang-barang semua naik, cari kerja susah isi bahan bakar solar harus antre. Kalau terus begini nasib para sopir bagaimana," tanyanya. (dik)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru