Forum Sinergi Perempuan se-Bakorwil I Madiun Digelar di Ponorogo, Perkuat Kolaborasi dan Pemberdayaan Perempuan

Reporter : Bayu

Ponorogo, beritaplus.id – Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo menjadi tempat penyelenggaraan Forum Sinergi Perempuan se-Bakorwil I Madiun, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini diikuti pengurus TP-PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dharma Wanita, dan Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) dari berbagai daerah di wilayah Bakorwil I Madiun.

Forum tersebut menjadi wadah koordinasi, silaturahmi, dan kolaborasi antarorganisasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: TPA Mrican Baru Seluas 9,4 Hektare Segera Dibangun, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

Momentum ini dinilai penting untuk memperkuat komunikasi dan menyatukan langkah organisasi perempuan yang memiliki ruang gerak berbeda, tetapi mengusung semangat dan tujuan yang sama, yakni memberdayakan perempuan, memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kehadiran para peserta di Bumi Reog disambut dengan bazar UMKM yang menampilkan beragam produk kuliner, batik, dan hasil kreativitas masyarakat. Para tamu juga disuguhi penampilan Reog Perempuan Sardulo Nareswari serta pentas seni dari pengurus organisasi perempuan di Kabupaten Ponorogo.

Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan dari wilayah Bakorwil I Madiun. Ia mengaku bangga karena Ponorogo dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan rutin tersebut.

“Alhamdulillah, ini merupakan kebahagiaan dan kehormatan bagi kami karena pada hari ini Ponorogo dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan rutin Forum Sinergi Perempuan se-Bakorwil I Madiun,” ujar Lisdyarita.

Ia berharap seluruh peserta memperoleh kesan positif selama berada di Ponorogo. Menurutnya, kunjungan tersebut hendaknya tidak hanya menjadi agenda pertemuan, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lebih dekat potensi budaya, pariwisata, tradisi, serta produk unggulan daerah.

“Tidak hanya datang ke pendopo saja. Kalau ada kesempatan, kami persilakan menikmati suasana Ponorogo yang senang dan damai, mengenal budaya, pariwisata, dan tradisi kami, mencicipi kuliner khas Ponorogo, serta membawa pulang kenangan indah dan oleh-oleh karya masyarakat Ponorogo,” tuturnya.

Lisdyarita juga memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Ponorogo, khususnya Reog Ponorogo yang telah diakui sebagai warisan budaya takbenda dunia oleh UNESCO. Selain itu, Ponorogo memiliki produk unggulan seperti batik ciprat Karangpatihan, Saka Butik, sate ayam Ponorogo, serta beragam kerajinan dan produk UMKM yang memiliki keunikan tersendiri.

Sementara itu, Plt. Koordinator TP-PKK Bakorwil I Madiun, Fitri Heru Wahono, menegaskan bahwa forum tersebut memiliki arti penting yang melampaui agenda rutin organisasi.

Menurutnya, pertemuan ini merupakan kesempatan untuk mempererat silaturahmi, bertukar pengalaman, memperkuat komunikasi, serta membangun semangat kebersamaan di antara organisasi perempuan.

Baca juga: Kominfo Ponorogo Deklarasikan Ekosistem Perlindungan Anak di Ruang Digital, Perkuat Sinergi Lintas Sektor

“Ini adalah ruang untuk bertemu, ruang untuk berbagi, dan ruang untuk saling menguatkan. Yang paling penting, ini merupakan ruang untuk menyatukan langkah perempuan-perempuan Indonesia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah dan organisasi perempuan sangat dibutuhkan karena perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan. Perempuan berperan sebagai pendidik pertama bagi anak-anak, penguat keluarga, penggerak ekonomi rumah tangga, sekaligus motor penggerak kegiatan sosial di tengah masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris TP-PKK Jawa Timur, Nia Wayanti Ali, berharap Forum Sinergi Perempuan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar pertemuan rutin. Ia menginginkan forum ini menjadi titik awal penguatan persaudaraan dan gerakan kolaboratif yang berkelanjutan.

Ia mengajak seluruh organisasi perempuan memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang berbagi gagasan, bertukar pengalaman, serta merancang program bersama yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.

Program kolaborasi yang dimaksud meliputi peningkatan kualitas keluarga, kesehatan perempuan dan anak, pencegahan perkawinan anak, pemberdayaan ekonomi perempuan, peningkatan literasi digital, pendidikan keluarga, hingga pengembangan aktivitas olahraga dan pola hidup sehat.

Nia juga mendorong organisasi perempuan untuk membangun komunikasi terbuka dan saling mendukung dalam menjalankan program.

Baca juga: Perdana di Ponorogo, Wayang Kulit dan Reog Berkolaborasi Lintas Generasi dalam “Terjadinya Reog Ponorogo”

“Jika ada program yang dapat dilakukan bersama, mari kita satukan kekuatan. Jika ada potensi yang dapat dikembangkan, mari kita saling mendukung. Dan jika ada persoalan yang dihadapi masyarakat, mari kita bersama-sama mencari solusinya,” ajaknya.

Ia turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Plt. Bupati Ponorogo, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Nia berharap forum ini semakin mempererat persaudaraan, memperkuat sinergi, dan menghasilkan komitmen bersama untuk mendorong lahirnya perempuan yang berdaya, sehat, mandiri, kreatif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan.

Melalui Forum Sinergi Perempuan se-Bakorwil I Madiun, kolaborasi lintas organisasi diharapkan semakin kuat dan mampu melahirkan berbagai program inovatif yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat.(aw) 

(Redaksi Beritaplus.id)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru