Kirab Pramuka Ponorogo 2026 Meriah, Pelajar Tampilkan Kreativitas dan Pesan Ketahanan Pangan
Ponorogo, beritaplus.id — Antusiasme pelajar Kabupaten Ponorogo terhadap Gerakan Pramuka masih sangat tinggi. Hal itu terlihat dalam kegiatan Kirab Pramuka Kabupaten Ponorogo 2026 yang digelar pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Kirab tersebut dibuka dan diberangkatkan secara resmi oleh Plt Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita, S.H., ditandai dengan pengibaran bendera start di Alun-Alun Ponorogo.
Tahun ini, kirab dikemas lebih menarik dengan berbagai kategori lomba, mulai dari devile, formasi dan variasi barisan, karnaval hingga gerak jalan sejauh kurang lebih 4 kilometer. Kegiatan tersebut diikuti anggota Pramuka tingkat Penggalang dan Penegak dari SMP/MTs serta SMA/SMK/MA se-Kabupaten Ponorogo.
Berbagai pangkalan sekolah tampil memukau di hadapan jajaran Forkopimda dan masyarakat yang memadati sejumlah ruas jalan yang menjadi rute kirab.
Mengusung pesan ketahanan pangan dan pola hidup sehat, para peserta menampilkan kreativitas melalui busana berbahan daur ulang bernuansa tanaman. Sejumlah kontingen juga membawa properti berupa replika mesin pemanen padi mini atau combine harvester.
Tak hanya itu, peserta berjalan tegap sambil membawa nampan berisi berbagai hasil bumi, seperti jagung, ubi, singkong, hingga aneka sayuran segar.
Atribut bertema peternakan juga turut menghiasi barisan kontingen. Beragam kostum tematik dan properti tersebut menjadi bentuk kreativitas sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya kemandirian pangan kepada masyarakat.
Dengan penuh semangat, para peserta menyusuri rute kirab sejauh kurang lebih 4 kilometer. Kemunculan berbagai kreasi unik tersebut membuat suasana di sekitar Alun-Alun Ponorogo semakin meriah dan mendapat perhatian masyarakat.
Plt Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita mengaku bangga melihat pelajar di Ponorogo tetap aktif mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka.
Menurutnya, Pramuka tidak hanya memberikan berbagai keterampilan kepada anggotanya, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur dan membentuk karakter generasi muda.
“Pramuka turut membantu membangun karakter bangsa dan berperan strategis dalam mencapai tujuan pendidikan,” tuturnya.
Bunda Rita juga menyebut Gerakan Pramuka memiliki peran dalam melestarikan budaya lokal. Salah satunya diwujudkan melalui kreativitas peserta dalam membentuk pionering dengan gaya khas Ponoragan.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 secara nasional mengusung tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa.”
“Pramuka akan terus mengukuhkan posisinya sebagai agen perubahan positif, pilar kekuatan bangsa, dan organisasi yang relevan serta adaptif sepanjang 65 tahun perjalanannya,” ujarnya.
Terjemahkan Tema Ketahanan Pangan dalam Kreativitas
Di tempat yang sama, Ketua Harian Kwarcab Ponorogo Kak Sumani mengatakan seluruh kreasi yang ditampilkan dalam karnaval sengaja dibuat untuk menerjemahkan tema besar HUT ke-65 Gerakan Pramuka.
Menurutnya, Pramuka harus mampu menjadi generasi yang produktif, inovatif, sekaligus ikut mendukung program nasional, termasuk dalam bidang ketahanan pangan.
“Melalui karnaval ini, kami ingin pesan ketahanan pangan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dipahami dan diekspresikan secara kreatif oleh generasi muda,” terang Kak Sumani kepada media.
Ia menambahkan, Kirab Pramuka 2026 juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan antarpeserta sekaligus menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka di Kabupaten Ponorogo terus aktif dan berkembang.
“Melalui Kirab Pramuka 2026, diharapkan semangat Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka semakin tertanam dalam diri generasi muda Ponorogo, sehingga mampu menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi daerah maupun bangsa,” ujarnya.
PBB sebagai Sarana Pembentukan Karakter
Sementara itu, Pembantu Letnan Satu Purnawirawan Nico Subagyo menjelaskan bahwa Kirab Pramuka merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-65 Gerakan Pramuka tahun 2026.
Sebelumnya, rangkaian kegiatan telah diawali dengan ziarah rombongan, sujud syukur, ulang janji, serta berbagai kegiatan kirab dan perlombaan, termasuk devile dan formasi barisan.
Menurut Nico, momentum HUT Gerakan Pramuka harus menjadi sarana untuk mengembalikan pendidikan karakter kepada jati diri anak bangsa.
“Karena 20 tahun yang akan datang mereka menjadi pemimpin Indonesia. Karena Peraturan Baris Berbaris (PBB) adalah pembentukan karakter yang diawali dengan disiplin pribadi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan PBB dalam kegiatan devile maupun kirab mengacu pada Peraturan Panglima TNI Nomor 58 Tahun 2018.
Bagi Nico, kedisiplinan yang dibangun melalui kegiatan Pramuka bukan sekadar persoalan baris-berbaris. Lebih jauh, hal tersebut merupakan bagian dari proses membentuk generasi muda yang memiliki karakter, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kesiapan menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang.
Kirab Pramuka Kabupaten Ponorogo 2026 pun tidak sekadar menjadi ajang perlombaan dan unjuk kreativitas. Di balik kemeriahan karnaval, terselip pesan tentang ketahanan pangan, pola hidup sehat, pelestarian budaya, kedisiplinan, persaudaraan, serta pembentukan karakter generasi muda menuju Indonesia Emas.
Editor : Redaksi