Pasuruan - beritaplus.id | Viralnya video brosur Alat Peraga Kampanye (APK) Paslon 01 tercampur Palon 02 di media sosial (Medsos) dibanjiri kritikan dari kalangan NGO. Mereka menuding KPU Kabupaten Pasuruan tak profesional dan menduga ada titipan dari salah satu Paslon.
Lujeng Sudarto, Direktur Pusat Studi dan Avokasi Kebijakan Publik menilai KPU Kabupaten Pasuruan public responsibility sangat rendah. Untuk itu, ia meminta Bawaslu dan DKPP turun melakukan pendalami terkait viralnya video tersebut.
Baca juga: DPD PSI Pasuruan Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol
"Bawaslu harus menguji temuan itu dengan melakukan pendalaman. Kalau ditemukan indikasi unsur kesengajaan. Maka Bawaslu wajib ditindaklanjuti ke tahap selanjutnya," tegas Lujeng, Jumat (8/11/2024).
Baca juga: Anggota Satgas TMMD 130 Kodim 0814/Jombang Perkuat Komsos di Desa Klitih
Ia mendesak, KPU segera melakukan pres rilis dengan mengundang pihak ke tiga serta dua Paslon untuk menjelaskan ke publik terkait viralnya brosur APK yang diduga ada unsur kesengajaan. "Jangan sampai kerusukan Pilkada di Tuban terjadi di Kabupaten Pasuruan," pesan Lujeng.
Sekretaris KPU Kabupaten Pasuruan Sherla Rusdianto membenarkan hal tersebut. Namun dirinya tidak mengetahui cetak dimana brosur APK itu.
Baca juga: Dua Tahun Prabowo: Harapan Buruh, Janji Perlindungan, dan Pekerjaan Rumah!
"Memang pihak ketiga yang mengerjakan, cuman masih belum tau pihak ketiga yang mana. Cuman lokasinya ada di Surabaya. Penyedia akan buat surat pernyataan terkait hal ini," pungkasnya. (dik)
Editor : Redaksi