Pasuruan, beritaplus.id | Tragis, seorang mahasiswi Universitas Terbuka (UT) Pandaan meninggal dunia setelah dirawat ke Rumah Sakit (RS) Asih Abyakta terletak di Jalan Raya Surabaya-Malang KM 42 No 88, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol. Meninggalnya pasien asal Desa Randupitu, diduga pihak rumah sakit lambat menanganani pasien.
Baca juga: Komisi IV Tindaklanjuti Lambatnya Penanganan di RS Asih Abyakta Berujung Kematian Pasien
Eko Prayitno orang tua alm menceritakan, awalnya mengeluhkan sesak napas pukul 20.00 WIB. Menyadari kondisi semakin memburuk, ia pun membawah ke RS Asih Abyakta dengan harapan kondisinya membaik. Tapi apa, kondisi anaknya semakin parah. "Saya minta pihak RS Asih Abyakta segera merujuk ke RSUD Bangil yang fasilitasnya lebih lengkap, namun pihak rumah sakit terkesan mempersulit. Akhirnya nyawa anak saya tidak tertolong (meninggal)," kata Eko dengan nada sedih menggenang kejadian yang dialami anaknya, Selasa (16/12/2025).
Bahkan, lanjut dia, temannya yang juga seorang dokter umum sempat melihat kondisi anaknya menyarankan segera dirujuk ke RSUD Bangil. Karena kondisinya semakin mengkwatirkan. "Ada teman saya yang juga seorang dokter ketika itu menjenguk kondisi anaknya. Melihat kondisi anak saya langsung kaget. Ia pun meminta ke saya untuk segera dirujuk ke RUSD Bangil," tambahnya.
Ia menuding, proses rujukan terhambat karena pihak perawat di RS Asih Adyakta menyatakan masih harus menunggu persetujuan dari rumah sakit tujuan. Menurutnya, keterlambatan inilah yang membuat kondisi anaknya semakin kritis hingga akhirnya tak tertolong.
"Surat rujukan saya ajukan sejak awal masuk rumah sakit (RS Asih Adyakta). Tapi dijawan oleh perawat masih menunggu persetujuan dari pihak rumah sakit yang dituju," ungkapnya.
Eko juga menyampaikan terima kasih kepada Dr. Kasiman, anggota DPRD Komisi I Kabupaten Pasuruan dari Partai Gerindra, yang berusaha membantu proses rujukan melalui dr. Cristian di RSUD Bangil.
"Upaya anggota dewan sudah baik, mereka membantu agar anak saya segera diterima di RSUD Bangil. Tapi akhirnya anak saya tetap meninggal dunia," tambahnya.
sementara itu, pihak RS Asih Abyakta maupun RSUD Bangil belum memberikan stetmen resmi terkait kejadian yang dialami alm mahasiswi warga Desa Randupitu, Kecamatan setempat. (dik)
Editor : Redaksi