Ponorogo, beritaplus.id | Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan wisuda tahfidz Al-Qur’an yang diikuti 3015 peserta dari Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah se-Kabupaten Ponorogo.
Kegiatan yang diselenggarakan di Pendopo Agung Ponorogo Sabtu (14/2/2026) dibuka secara resmi oleh Plt Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita.
Baca juga: Kemenag Ponorogo Gelar Wayang Combo Tandai Penutupan HAB ke-80 Kemenag RI
Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Ponorogo H. Mohamad Thohari,S.Ag, M.H menyampaikan ucapan terima kasih kepada Forpimda, bapak ibu wali yang telah mendukung program ini.
“Dengan kehadiran Forpimda sebagai bukti nyata dukungan atas program tahfidz sebagai bentuk apresiasi terhadap pata hafidz dan hafidzah,”ucapnya.
Menurut Thohari, kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi santri lain yang belum menghafal Al-Qur’an sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter agar nilai-nilai Al-Qur’an dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan wisuda tahfidz Al-Qur’an merupakan apresiasi kepada adik- adik yang telah menghafal Al-Quran, semoga termotivasi untuk menghafal lebih banyak lagi,”tuturnya.
Dikatakan Thohari, dengan menghafal Al-Quran akan memperkuat pendidikan karakter dengan implementasi di kehidupan sehari-hari yang akan melahirkan generasi yang qur’ani generasi akhlakul karimah.
Di tempat yang sama, Plt Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita berikan apresiasi kepada para santri yang ikut wisuda atas prestasi sebagai penghafal Al-Qur’an.
“Wisuda ini bukanlah akhir, melainkan awal. Jagalah hafalan kalian dan jangan lalai dalam muraja’ah, karena mempertahankan hafalan jauh lebih sulit daripada menghafalnya,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi atas ketekunan para wisudawan. Menurut dia, capaian tersebut tidak diraih dengan mudah di tengah kesibukan belajar di sekolah.
Baca juga: Semarak Lomba Memasak Sayur Bening Peringati HAB Kemenag Ponorogo ke-80
“HEBAT! Bunda sangat bangga kepada kalian, anak-anakku para wisudawan dan wisudawati, yang telah menunjukkan ketekunan dan kesungguhan dalam menghafal Al-Qur’an,”ungkap Bunda tegas semangat.
Lidyarita juga menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya untuk dihafal dan dibaca, tetapi harus ditanamkan dalam hati serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi petunjuk dan benteng moral di masa depan.
Dalam kesempatan itu, ia menyebut pemerintah Kabupaten Ponorogo sejak 2022 telah menjalankan program Perbup Ngaji yang mewajibkan lulusan SD dan SMP minimal hafal juz 30. Pada 2025, tercatat 4.217 siswa SMP dan 1.274 siswa SD telah diwisuda.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, kementerian agama, lembaga pendidikan dan masyarakat terus diperkuat agar program tahfidz dapat menjangkau lebih banyak peserta didik dan melahirkan generasi Qur’ani di Ponorogo.
“Bagi santri yang mengikuti Wisuda Tahfidz Al-Qur’an semoga senantiasa menjaga hafalan, mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Serta menjadi generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berprestasi, dan membawa keberkahan bagi agama, bangsa, dan negara,”ungkapnya berharap.
Baca juga: Menag RI Resmikan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dan Gedung Pusat Sumber Belajar
Sebagai ungkapan rasa bangga Plt Bupati mengucapkan terima kasih kepada para orang tua, guru, dan pembimbing yang telah mendampingi dengan penuh kesabaran dan keikhlasan hingga para santri mencapai tahap yang membanggakan.
Hal yang sama disampaikan ketua panitia wisuda tahfidz Al-Qur'an Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo Nurhamid, S.Pd., M.Pd.I wisuda tahfidz Al-Qur'an diikuti 3015 santri yang berasal dari MI, MTs dan MA dari berbagai capaian juz.
Nurhamid menegaskan para peserta telah di uji tim penguji yang berkompeten dan sesuai dengan kaidah tajwid.
“Kegiatan wisuda tahfidz Al-Qur'an ini diadakan untuk menumbuhkan kecintaan pada Al-Qur'an pada generasi muda, untuk melahirkan generasi qur’ani yang berakhlak karimah,”terangnya.
Atas kesuksesan dan kelancaran wisuda tahfidz Al-Qur'an tahun 2026 ini Nurhamid mengucapkabn terima kasih kepada pemerintah kabupaten Ponorogo, kementerian agama kabupaten Ponorogo, serta panitia yang telah bekerja dengan ikhlas.(aw)
Editor : Redaksi