Ponorogo, beritaplus.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri, M.M., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Semarak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 yang berlangsung di SMP Negeri 1 Ponorogo, Kamis (29/10/2026).
Didampingi Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Dhevit Yuniarko, S.E., M.Si., kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, mengekspresikan kreativitas, serta menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Indonesia.
Baca juga: Tasyakuran HUT Ke-119 SDN Mangkujayan 1 Tampilkan Talenta dan Makan Bersama
Festival tahun ini mengusung tema “Bahasa Indonesia Bermartabat, Indonesia Berdaulat, Menginspirasi Dunia”, dengan tagline “Tiga Bahasa, Satu Suara, Satu Indonesia.”
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Dhevit Yuniarko, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa. Pesertanya berasal dari berbagai lembaga pendidikan SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Ponorogo.
“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap bahasa dan sastra, khususnya bahasa Jawa, sekaligus mendorong kreativitas dan budaya literasi di Kabupaten Ponorogo,” ungkap Dhevit seusai pembukaan.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah perlombaan yang terbagi dalam tiga kategori bahasa, yakni bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa Inggris.
Untuk kategori bahasa Indonesia, perlombaan meliputi cerdas cermat, debat, dan esai. Sementara itu, kategori bahasa Jawa mencakup lomba membaca geguritan, video pendek, dan mendongeng menggunakan bahasa Jawa.
Adapun kategori bahasa Inggris meliputi speech contest dan English Olympiad.
“Alhamdulillah, sebanyak 542 peserta dari lembaga SMP negeri dan swasta ikut berpartisipasi dalam berbagai perlombaan bahasa Inggris, bahasa Jawa, dan bahasa Indonesia,” tuturnya.
Dhevit mengakui masih terdapat sejumlah sekolah yang belum berpartisipasi karena keterbatasan tertentu. Meski demikian, pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat terus memotivasi para pelajar untuk mencintai bahasa Indonesia sekaligus melestarikan bahasa daerah yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Ponorogo.
“Mudah-mudahan lomba yang diadakan dalam rangka Bulan Bahasa ini mampu meningkatkan motivasi anak-anak untuk terus berprestasi. Kami ingin melihat antusiasme masyarakat, terutama dalam penggunaan bahasa Jawa. Harapannya, kegiatan ini bisa semakin berkembang dan gaungnya semakin besar pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Perlombaan yang digelar selama satu hari tersebut memperebutkan trofi, sertifikat, serta penghargaan bagi para peserta yang berhasil meraih prestasi.
Kadindik Tekankan Pentingnya Etika Berbahasa di Era Digital
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri, M.M., menyambut baik penyelenggaraan Semarak Bulan Bahasa dan Sastra 2026.
Menurutnya, perlombaan kebahasaan dan kesastraan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk membangkitkan semangat siswa dalam membaca, berpikir kritis, dan mengembangkan kreativitas.
Ia juga menegaskan dukungan Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo terhadap berbagai kegiatan yang mampu memperkuat identitas budaya Jawa di kalangan generasi muda.
“Kita harus bangga dengan identitas sebagai orang Ponorogo dan orang Jawa. Kami berharap ke depan semakin banyak peserta yang ikut serta dalam kegiatan ini,” kata Nurhadi.
Ia menjelaskan, tema “Bahasa Indonesia Bermartabat, Indonesia Berdaulat” mengandung pesan bahwa bahasa memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Oleh karena itu, para pelajar diharapkan mampu menggunakan bahasa dengan baik dan bijak, terutama di tengah perkembangan globalisasi dan pesatnya penggunaan media digital.
“Anak-anakku sekalian, kita harus waspada, terutama dalam penggunaan bahasa di media massa dan media sosial. Jangan sampai kita terbiasa saling menghujat, saling menyalahkan, melakukan perundungan, dan sebagainya, sehingga menimbulkan permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat,” pesannya.
Nurhadi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, penguasaan bahasa merupakan salah satu modal penting bagi siswa untuk mampu berkomunikasi secara baik, menyampaikan gagasan, serta membangun hubungan sosial yang positif.
Ia berpesan agar para pelajar senantiasa bangga menggunakan bahasa Indonesia dan tetap mencintai bahasa Jawa sebagai bahasa ibu yang memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter.
“Banggalah memiliki bahasa Indonesia dan cintailah bahasa Jawa sebagai bahasa ibu kalian. Bahasa juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter. Teruslah bersemangat selama bersekolah dan tunjukkan segala potensi yang kalian miliki dengan sebaik-baiknya,” pesannya.
Melalui rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2026, Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo berharap pelestarian bahasa daerah semakin mendapat tempat di tengah masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat apresiasi terhadap karya sastra, menumbuhkan kebiasaan membaca dan menulis, serta mendorong generasi muda untuk terus berkarya.
Dengan demikian, kecintaan terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dapat berjalan beriringan dengan upaya melestarikan bahasa Jawa dan kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Ponorogo.(aw)
Editor : Redaksi