Malang Autism Center Perluas Layanan Terapi Anak Autisme, Keluarga Kurang Mampu Cukup Bayar Seikhlasnya

Reporter : Redaksi
Founder sekaligus CEO MAC, Mohammad Cahyadi, memaparkan perjalanan MAC

Malang, beritaplus.id | Keterbatasan biaya masih menjadi persoalan bagi keluarga yang memiliki anak dengan autisme untuk mendapatkan layanan terapi secara rutin. Kondisi ini mendorong Malang Autism Center (MAC) memperluas akses terapi terjangkau melalui program sosial Omah Terapi Autis (OTA).

Melalui program tersebut, keluarga kurang mampu tetap bisa mendapatkan layanan terapi dengan biaya yang disesuaikan kemampuan orang tua. Bahkan, salah satu penerima manfaat mengaku hanya membayar Rp100.000 per bulan untuk mendapatkan pendampingan bagi anaknya.

Baca juga: Kelurahan Penanggungan Malang Kembangkan Posyandu Disabilitas, Fokus Layanan Berkelanjutan

MAC yang berdiri di Kabupaten Malang sejak Oktober 2015 kini memasuki usia ke-11. Selama lebih dari satu dekade, lembaga ini terus mengembangkan layanan terapi perilaku berbasis Applied Behavior Analysis (ABA), sekaligus memperluas fasilitas dan program sosial bagi anak serta penyandang disabilitas.

Founder sekaligus CEO MAC, Mohammad Cahyadi, mengatakan setiap anak memiliki potensi untuk berkembang apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.

Karena itu, MAC berupaya membuka akses layanan seluas mungkin agar anak dengan autisme dari berbagai latar belakang ekonomi tetap memiliki kesempatan memperoleh terapi.

“Setiap anak memiliki potensi untuk berkembang. Karena itu, kami ingin terus membuka kesempatan bagi anak-anak dengan autisme agar mendapatkan layanan terapi, belajar mengembangkan keterampilan, dan membangun kemandirian sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Cahyadi.

Salah satu wujud komitmen tersebut adalah program Omah Terapi Autis. Program ini memberikan layanan terapi kepada anak dari keluarga kurang mampu dengan skema pembayaran sesuai kemampuan orang tua.

“Kami tidak ingin keterbatasan ekonomi menjadi penghalang bagi anak untuk mendapatkan terapi. Melalui program Omah Terapi Autis, kami berupaya membantu keluarga agar anak-anak tetap memperoleh pendampingan yang mereka butuhkan,” katanya.

Program OTA menunjukkan perkembangan. Jumlah penerima manfaat yang semula hanya dua anak kini bertambah menjadi 10 anak.

MAC juga memperluas jangkauan pelayanan melalui OTA Neptunus yang mulai berjalan pada 2022 dan OTA Bululawang pada 2024.

Terapi Bantu Perkembangan Anak

Dampak program tersebut dirasakan Dita Agustina, warga Jetak Lor, Kabupaten Malang. Ia mulai membawa anaknya mengikuti terapi di OTA sejak Agustus 2025, ketika anaknya berusia 10 tahun.

Sebelum menjalani terapi rutin, anak Dita kerap mengalami tantrum. Perilaku tersebut antara lain melempar barang, membuang makanan setelah makan, hingga menendang meja.

Namun, setelah mendapatkan pendampingan secara rutin, perilaku tersebut berangsur berkurang.

“Sedikit demi sedikit, alhamdulillah, ada perkembangan. Perkembangannya luar biasa,” kata Dita saat ditemui di OTA Neptunus, Jumat (30/10/2026).

Perubahan juga terlihat pada kemampuan belajar anaknya. Kini, anak Dita yang berusia 11 tahun dan duduk di kelas V sekolah dasar inklusi mulai mampu memegang pensil dan menulis dengan arahan.

“Dulu sama sekali belum bisa. Sekarang sudah mulai bisa memegang pensil, sudah mulai diarahkan dan bisa menulis,” ujarnya.

Dalam kesehariannya, anak Dita bersekolah pada pagi hari, kemudian mengikuti terapi di OTA mulai pukul 12.00 hingga 16.00 WIB.

Untuk mendapatkan layanan tersebut, Dita hanya membayar Rp100.000 setiap bulan.

“Di sini seikhlasnya. Saya membayar Rp100.000 per bulan. Sangat terbantu sekali, alhamdulillah,” tuturnya.

Dita mengaku mengetahui keberadaan OTA dari tetangga. Setelah itu, ia mengurus surat keterangan tidak mampu melalui RT dan RW untuk mengakses program tersebut.

Ia berharap perkembangan anaknya terus meningkat melalui terapi yang dijalani. Dita juga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap layanan terapi bagi anak dengan autisme.

“Harapan saya, semoga anak saya semakin berkembang setelah menjalani terapi di Omah Terapi Autis ini. Semoga pemerintah bisa semakin membantu,” katanya.

DPRD Soroti Keterbatasan Tenaga Pendamping

Keberadaan MAC turut mendapat perhatian anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Made Riandiana Kartika. Ia menilai kiprah Cahyadi melalui MAC telah memberikan manfaat nyata bagi anak dengan autisme dan keluarga mereka.

Made bahkan mengingatkan agar Cahyadi tidak meninggalkan pengabdian sosial yang selama ini dijalankan, menyusul kabar mengenai kemungkinan dirinya maju dalam kontestasi pemilihan wali kota.

“Kalau ada yang mengatakan Pak Cahyadi ingin menjadi wali kota, saya rasa jangan sampai Bapak menurunkan derajat Bapak,” ujar Made.

Menurutnya, kontribusi Cahyadi melalui MAC memiliki arti besar bagi masyarakat. Pemerintah, kata dia, seharusnya memperkuat dukungan terhadap lembaga yang selama ini membantu memenuhi kebutuhan layanan penyandang disabilitas.

“Apa yang sudah Bapak lakukan bahkan berada di atas kedudukan seorang wali kota. Pemerintah kota sebenarnya belum ada apa-apanya dibanding pengabdian beliau,” katanya.

Made mengakui Pemerintah Kota Malang telah menggagas Posyandu Disabilitas dan membuka sekolah inklusi. Namun, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi persoalan, terutama keterbatasan tenaga pendamping yang memiliki keahlian khusus.

“Pemkot Malang sedang menggagas Posyandu Disabilitas dan membuka sekolah inklusi, tetapi kendalanya klasik: kita belum punya tenaga pendamping berkeahlian khusus,” ujarnya.

Ia menilai MAC telah membangun layanan secara mandiri dengan dukungan jejaring yang kuat. Karena itu, pemerintah perlu hadir melalui dukungan anggaran agar tanggung jawab pelayanan tidak hanya dibebankan kepada lembaga swasta.

“MAC sudah berdiri sangat mandiri dengan jejaring kuat. Tinggal bagaimana pemerintah hadir memberi dukungan anggaran agar bebannya tidak melulu ditanggung swasta,” kata Made.

Menurut Made, DPRD Kota Malang dapat mendorong penguatan layanan tersebut melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.

Dukungan pemerintah diperlukan agar layanan pendampingan bagi anak dengan autisme dan penyandang disabilitas bisa menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah.

Kembangkan Klinik Fisioterapi hingga Program Nasi Berkah

Selain layanan terapi perilaku, MAC juga mengembangkan sejumlah program sosial yang melibatkan masyarakat.

Salah satunya melalui kerja sama dengan Posyandu Disabilitas Kelurahan Penanggungan untuk membantu mengidentifikasi dan mendata penyandang disabilitas yang membutuhkan layanan fisioterapi.

Tindak lanjut pelayanan tersebut dilakukan melalui Klinik Patria, klinik fisioterapi yang menjadi bagian dari layanan MAC.

MAC juga menjalankan program Nasi Berkah. Program berbagi makanan yang dimulai setiap Jumat pada 2023 tersebut kini berkembang menjadi kegiatan harian sejak 2025.

Tidak hanya menjadi sarana berbagi kepada masyarakat, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran praktis bagi anak dengan autisme melalui aktivitas terstruktur dan pendampingan sesuai kebutuhan.

Dari sisi fasilitas, MAC mengembangkan kapasitas pelayanan dari satu gedung menjadi dua gedung pada 2025.

Ke depan, lembaga ini merencanakan pembangunan gedung ketiga di Jalan Manggar Nomor 08, Sengkaling, Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Sementara itu, gedung keempat direncanakan berdiri di Jalan Ki Atas Angin, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Cahyadi berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam memperluas akses pendampingan bagi anak dengan autisme dan penyandang disabilitas.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada keluarga atau lembaga penyedia layanan. Diperlukan kepedulian dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, komunitas, serta tenaga profesional.

“Harapan kami, semakin banyak pihak yang terlibat dalam memberikan perhatian kepada anak dengan autisme dan penyandang disabilitas. Sebab, pendampingan mereka bukan hanya tanggung jawab keluarga atau lembaga, melainkan membutuhkan kepedulian bersama,” tuturnya.

Memasuki usia ke-11 dengan semangat “11 Tahun Bertumbuh, Berbagi, dan Terus Memberi Arti”, MAC berkomitmen memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan keluarga, komunitas, tenaga profesional, dunia usaha, dan pemerintah.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru