SAMPANG,Beritaplus.id – Upaya mendorong kebangkitan industri tembakau Madura kembali ditegaskan melalui gelaran seminar nasional dan Focus Group Discussion (FGD) yang digagas Politeknik Negeri Madura (Poltera) bersama Pemerintah Kabupaten Sampang, Sabtu (29/11/2025). Kegiatan tersebut membahas strategi penguatan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan penerapan teknologi tepat guna dalam budidaya serta pengelolaan tembakau.
Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, menekankan bahwa tembakau bukan hanya komoditas pertanian, tetapi identitas yang melekat pada masyarakat Madura. Meski demikian, ia menyayangkan masih munculnya stigma yang menjadikan tembakau seolah persoalan.
Baca juga: Pemkab dan DPRD Sampang Finalkan Raperda APBD 2026, Fokus pada Pilkades dan Penguatan UHC
“Selama ini tembakau sering dipandang dari sisi masalah. Paradigma ini harus kita ubah,” ujarnya.
Menurutnya, rencana pendirian KEK berbasis industri tembakau merupakan langkah strategis yang mampu mendorong modernisasi dan peningkatan nilai tambah tembakau Madura.
“KEK menjadi momentum penting. Potensinya besar, mampu membuka lapangan kerja, dan memperkuat posisi Madura dalam rantai industri nasional,” kata Bupati.
Namun, Bupati juga mengingatkan bahwa sektor tembakau tengah menghadapi tekanan serius. Di Kabupaten Sampang, luas tanam 2025 hanya 3.780 hektare—merosot 57 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 8.894 hektare.
Baca juga: Pilkades Di Sampang Dipastikan Digelar 2027, Pemkab Fokus Matangkan Anggaran
“Cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu faktor. Karena itu, dibutuhkan sinergi kuat dari semua pihak: petani, generasi muda, akademisi, hingga pemerintah,” tambahnya.
Direktur Poltera, Laily Ulfiyah, menegaskan bahwa seminar dan FGD ini bukan forum teoritis belaka, melainkan bagian dari upaya membangun masa depan ekonomi Madura. Ia menjelaskan tentang kultur akademik belanja masalah, di mana dosen dan mahasiswa turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi persoalan dan merumuskan solusi berbasis riset terapan.
“Dari pendekatan itu, lahir inovasi seperti Teranusa (Poltera untuk Nusantara),” jelasnya.
Baca juga: Bupati Sampang Buka Kegiatan Advokasi P4GN, Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Narkoba
Laily menambahkan bahwa KEK membutuhkan ekosistem teknologi yang kuat agar potensi lokal dapat diolah dan menghasilkan nilai tambah secara berkelanjutan.
“Untuk komoditas tembakau, Poltera siap menjadi mitra strategis dalam penguatan sektor hulu, proses budidaya, hingga pengembangan industri hilir,” tegasnya. (fen)
Editor : Ida Djumila