GRESIK, BeritaPlus.id - Upaya penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis masyarakat terus dilakukan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Tim Dosen Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya yang di Ketuai oleh Dr. Heri Susanto dari Fakultas Pertanian, dengan anggota Didik Daryanto dari Fakultas Pertanian dan Pujianto dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis melaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat di Desa Cagakagung, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, dengan menggandeng ibu-ibu Tim Penggerak PKK sebagai aktor utama perubahan di tingkat rumah tangga.
Program yang berlangsung selama enam bulan ini dirancang untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan, pengelolaan sampah rumah tangga, serta lemahnya tata kelola keuangan kelompok. Melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, dosen dan mahasiswa UWP mendorong PKK Desa Cagakagung agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
Baca juga: Dari Dapur Rumah ke Foodcourt Desa, Dapur Arisha Naik Kelas Berkat Pendampingan UWP
Salah satu kegiatan utama adalah pelatihan urban farming menggunakan sistem hidroponik Deep Flow Technique (DFT). Metode ini dinilai sesuai untuk lingkungan desa dengan keterbatasan lahan karena mudah diterapkan dan relatif murah.
Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembibitan, penanaman, perawatan, hingga panen sayuran. Instalasi hidroponik yang dipasang di sekitar balai desa kini dimanfaatkan sebagai media belajar bersama dan sumber sayuran sehat bagi warga.
Selain budidaya hidroponik, program ini juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah organik rumah tangga. Melalui pelatihan pembuatan pupuk cair dan eco-enzim, limbah dapur yang sebelumnya dibuang kini diolah menjadi produk yang bermanfaat untuk tanaman pekarangan dan hidroponik. Produk pupuk cair tersebut bahkan mulai dimanfaatkan sebagai komoditas sederhana yang bernilai ekonomi bagi PKK.
Aspek manajemen tidak luput dari perhatian. Tim dosen dan mahasiswa dari bidang akuntansi memberikan pendampingan pengelolaan administrasi keuangan PKK. Pencatatan keuangan yang sebelumnya masih manual dan rentan kesalahan kini menjadi lebih tertib dan transparan. Hal ini berdampak positif terhadap kepercayaan anggota serta kelancaran kegiatan simpan pinjam dan arisan PKK.
Baca juga: Universitas Wijaya Putra Dampingi UMKM di Desa Setro untuk Tingkatkan Produksi dan Pemasaran
Ketua tim pelaksana menyampaikan bahwa program ini membawa perubahan nyata bagi mitra. Ibu-ibu PKK kini memiliki keterampilan praktis dalam mengelola pertanian skala rumah tangga, memanfaatkan limbah menjadi produk berguna, serta mengelola keuangan kelompok dengan lebih baik.
Program ini juga mendorong lahirnya Kelompok Hidroponik PKK Cagakagung sebagai wadah keberlanjutan kegiatan dan pengembangan usaha berbasis pangan sehat dan ramah lingkungan.
Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini dinilai memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan kesadaran lingkungan di tingkat desa. Aktivitas PKK tidak lagi sebatas kegiatan rutin, tetapi berkembang menjadi gerakan produktif yang mendukung ketahanan pangan keluarga dan kemandirian ekonomi warga.
Baca juga: Warga Gresik Ubah Lahan Kosong Jadi Ladang Rezeki Berkat Sentuhan Tim Universitas Wijaya Putra
Sebagai bagian dari luaran kegiatan, tim pelaksana menghasilkan publikasi ilmiah pada prosiding nasional, video dan poster kegiatan, serta pemberitaan di media daring. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan PKK yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Pada kesempatan ini, tim pelaksana dan mitra menyampaikan terima kasih kepada Universitas Wijaya Putra atas pendanaan internal dan dukungan penuh melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), sehingga program pemberdayaan masyarakat ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi warga Desa Cagakagung. (*)
Editor : Redaksi