SURABAYA, BeritaPlus.id — Transformasi pembelajaran berbasis teknologi di tingkat sekolah menengah terus diperkuat melalui kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah. Upaya ini terlihat dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) yang digelar oleh tim dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas Wijaya Putra bersama SMA Wijaya Putra Surabaya, melalui pelatihan pembuatan game interaktif berbasis Scratch.
Kegiatan yang dilaksanakan pada awal September 2025 ini diikuti oleh 30 siswa dan didampingi dua guru. Bertempat di Laboratorium Komputer Universitas Wijaya Putra, pelatihan dirancang untuk membuka wawasan siswa bahwa teknologi tidak hanya digunakan untuk konsumsi hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana produksi kreatif dan pembelajaran yang bermakna.
Baca juga: Guru SD Al Kautsar Surabaya Diperkuat Literasi Coding Lewat Pelatihan Scratch
Ketua tim pelaksana PPM Universitas Wijaya Putra, Muhammad Harist Murdani menyampaikan bahwa siswa SMA memiliki potensi besar dalam pengembangan kreativitas digital, namun masih memerlukan pendampingan terstruktur.
“Banyak siswa yang akrab dengan teknologi, tetapi belum terbiasa memanfaatkannya untuk menghasilkan karya. Melalui Scratch, mereka belajar menyusun logika, memecahkan masalah, sekaligus menyalurkan ide kreatif dalam bentuk game,” ujarnya.
Baca juga: Program Penguatan Karakter Siswa di MTs Darul Ulum Dorong Lingkungan Sekolah yang Lebih Positif
Pelatihan dikemas secara aplikatif dan interaktif sehingga siswa terlibat aktif sejak awal kegiatan. Dengan pendampingan dosen dan mahasiswa Teknik Informatika, peserta didorong untuk berani bereksperimen, bekerja secara kolaboratif, serta menuangkan gagasan kreatif ke dalam permainan digital sederhana yang edukatif.
Respons positif juga datang dari guru pendamping yang melihat perubahan sikap siswa selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, siswa tampak lebih antusias, kreatif, dan percaya diri dalam mengekspresikan ide. “Mereka tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga belajar bekerja sama dan berpikir logis. Ini sangat mendukung pembelajaran berbasis proyek di sekolah,” tuturnya.
Baca juga: Universitas Wijaya Putra Dampingi UMKM di Desa Setro untuk Tingkatkan Produksi dan Pemasaran
Muhammad Harist Murdani menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengenal teknologi secara lebih produktif.
“Melalui kegiatan seperti ini, siswa didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta karya digital yang bermanfaat,” ujarnya. (*)
Editor : Redaksi