Ponorogo, beritaplus id | Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi sekolah untuk menanamkan nilai keimanan dan ibadah kepada peserta didik.
SMAN 1 Babadan yang dipimpin Moh. Aslam di bulan Rajab ini menggelar kegiatan Isra Miraj bertempat di (Halking) halaman wingking Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Spektakuler Smazaba Showdown Pertama Futsal Competition 2025
Peringatan Isra’ Mi’raj tidak hanya dikemas secara seremonial, tetapi juga dirancang lebih kreatif, inspiratif, dan edukatif seperti tausiah dan kajian makna Isra’ Mi’raj dan istighosah.
Kepala sekolah SMAN 1 Babadan Drs.Mukh. Aslam Ashuri,M.M menyampaikan ucapan terima kasih seluruh pantia terutama OSIS Sie Rohis Al-Musthofa yang telah menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Dengan peringatan Isra’ Mi’raj ini apa yang disampaikan Ustad Dedi dapat menjadikan siswa pribadi yang rajin beribadah dan memiliki akhlak mulia karena Isra’ Mi’raj bukan hanya peristiwa bersejarah, melainkan juga fondasi perintah salat lima waktu.
Sementara Hj.Amalia Sulfana,S.Ag, M.Si pembina rohis Al-Musthofa SMAN 1 Babadan mengatakan kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj yang diadakan SMAN 1 Babadan merupakan kegiatan rutin tahunan.
“Ada beberapa rangkaian kegiatan yang diawali dengan ngaji menghatamkan satu juss, makan bersama, sholat dhuha, isitghosah mendoakan kakak kelas yang mau ujian dilanjutkan pengajian mauidhoh hasanah,”sebutnya.
Menurut Hj.Amalia Sulfana,S.Ag, M.Si peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini dihandel oleh Rohis Al-Musthofa Smazaba yang diikuti seluruh siswa, guru dan karyawan.
Makna diadakannya peringatan Isra’ Mi’raj itu sendiri sebagai penegakan sholat lima waktu perlu dikenang kembali kepada anak-anak betapa pentingnya menjaga sholat lima waktu.
Baca juga: Meriah, Upacara HUT RI ke-80 di Babadan Dipimpin Camat Hanifah
“Sifat-sifat dari Rasululloh Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi uswatun hasanah perlu kita teladani yang sekarang anak-anak mengalami dekadensi moral yang luar biasa,”
Dirinya berharap dengan peringatan Isra’ Mi’raj ini anak-anak bisa kembali ke tanggung jawab kesadaran diri sebagai muslim tetap istiqomah menjalaknakn sholat lima waktu.
Di tempat yang sama, Ustad Bripka Dedi Mahendro Sukmo,S.H. menyampaikan tausiahnya memperkuat pemahaman makna sholat, keteladanan Rasulullah, serta nilai kebersamaan.
Para peserta terlihat sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan Ustad Dedi sesuai tema menjaga akhlak islami di tengah derasnya arus informasi dan media sosial.
Ustad Dedi dengan gaya khasnya menyampaikan bagi umat Muslim, ini bukan sekadar cerita sejarah biasa, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang menembus batas logika manusia dan ruang waktu.
Baca juga: Gudep Pramuka SMAZABA Tampil Memukau di Kirab Pramuka Kwarcab Ponorogo
Dedi menceritakan, peristiwa agung ini menyimpan makna yang sangat dalam bagi fondasi spiritual seorang Muslim. Isra’ Mi’raj bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi transformasi spiritual yang mengajarkan nilai-nilai luhur.
Termasuk menjaga sholat lima waktu dan menjadikan Rasulullaoh sebagai uswatun hasanah suri tauladan akhlak yang baik bagi kita umat islam.
“Bahwa Isra Miraj bukan hanya peristiwa bersejarah, melainkan juga fondasi perintah salat lima waktu,”pungkasnya.(aw)
Editor : Redaksi