Oleh : Fhirasa Istivani, Mahasiswa KKN Reguler 1 Unand 2026 dan salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis universitas Andalas
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertugas di Nagari Padang Ganting membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program pembaruan dan pendaftaran lokasi usaha masyarakat melalui platform Google Maps.
Baca juga: Website Nagari Padang Ganting sebagai Instrumen Digital dalam Pengelolaan Informasi Nagari
Program ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas UMKM serta membantu mendukung proses digitalisasi usaha lokal supaya lebih mudah ditemukan oleh masyarakat luas dan juga wisatawan yang berkunjung.
UMKM merupakan salah satu sektor penting yang bisa membantu dalam menopang perekonomian pada nagari. Di Nagari Padang Ganting, UMKM menjadi salah satu sumber penghidupan utama bagi sebagian masyarakat, dengan banyak jenis usaha yang beragam mulai dari warung sembako, kuliner rumahan, olahan hasil pertanian, kerajinan tangan, hingga usaha jasa.
Namun, berdasarkan hasil observasi awal mahasiswa KKN yang ada pada rumpun ekonomi rakyat menemukan, masih banyak UMKM yang belum terdaftar secara digital, khususnya dalam hal penentuan lokasi usaha di Google Maps.
Kondisi tersebut membuat masih banyak UMKM yang sulit ditemukan oleh calon pelanggan, terutama bagi masyarakat yang berasal dari luar nagari maupun wisatawan yang berkunjung.
Lokasi usaha yang tidak tercantum secara jelas juga menjadi kendala dalam pengembangan pemasaran dan perluasan jangkauan konsumen. Melihat permasalahan tersebut, Mahasiswa KKN menjadikan pembaruan lokasi UMKM di Google Maps sebagai salah satu program kerja utama selama pelaksanaan KKN.
Program ini diawali dengan proses pendataan UMKM yang tersebar di empat jorong, yaitu Rajo Dani, Koto Gadang, Koto Gadang Hilia, dan Koto Alam. Berdasarkan hasil pendataan, tercatat sebanyak Kurang lebih 100 UMKM aktif yang belum terdata di Google Maps.
Setiap UMKM didata secara langsung dengan mengunjungi lokasi usaha dan melakukan wawancara singkat terkait jenis usaha, jam operasional, serta apa yang menjadi kendala dalam pemasaran.
Baca juga: Pemeriksaan Visus pada Siswa Sekolah Dasar: Langkah Awal Mendukung Proses Belajar
Setelah proses pendataan selesai , mahasiswa KKN melakukan verifikasi titik lokasi usaha menggunakan perangkat digital untuk memastikan keakuratan koordinat. Tahapan ini dilakukan secara langsung di lapangan supaya lokasi yang ditampilkan di Google Maps sesuai dengan posisi usaha sebenarnya.
Selanjutnya, mahasiswa KKN membantu pelaku UMKM dalam mendaftarkan atau memperbarui lokasi usaha di Google Maps serta melengkapi informasi penting terkait, seperti nama usaha, alamat lengkap, jam operasional, nomor kontak, serta foto produk dan tempat usaha.
Selain melakukan pembaruan lokasi, Mahasiswa KKN juga memberikan edukasi singkat kepada pelaku UMKM mengenai manfaat keberadaan usaha di platform digital. Pelaku UMKM juga diberikan pemahaman bahwa Google Maps tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk arah, tetapi juga dapat menjadi media promosi yang efektif karena memudahkan konsumen menemukan lokasi usaha dan memperoleh informasi dasar mengenai produk yang ditawarkan.
Melihat dari respon masyarakat, Mahasiswa KKN menyimpulkan bahwa kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat dan pemerintah nagari. Banyak pelaku UMKM yang sebelumnya belum memahami pentingnya lokasi digital kini mulai menyadari manfaatnya. Dengan adanya titik lokasi di Google Maps, usaha mereka menjadi lebih mudah diakses dan berpotensi meningkatkan jumlah pelanggan.
Pelaku UMKM di Nagari Pada Ganting juga menyambut baik kegiatan ini karena dinilai sangat membantu dalam mengembangkan usaha. Beberapa pelaku usaha mengungkapkan bahwa sebelumnya pelanggan sering kesulitan menemukan lokasi usaha, terutama bagi pembeli baru. Dengan adanya pembaruan lokasi di Google Maps, pelanggan dapat langsung menuju lokasi usaha tanpa harus bertanya atau mencari secara manual.
Pemerintah nagari turut mendukung kegiatan yang kami laksanakan ini. Program pembaruan lokasi UMKM dinilai sejalan dengan upaya nagari dalam mendorong digitalisasi pelayanan dan penguatan ekonomi masyarakat. Diharapkan, keberadaan UMKM yang terdata secara digital dapat menjadi potensi ekonomi nagari yang lebih terorganisir dan mudah dipromosikan.
Melalui program pembaruan lokasi UMKM di Google Maps, Saya berharap dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pelaku usaha di Nagari Padang Ganting. Digitalisasi lokasi usaha diharapkan mampu meningkatkan visibilitas UMKM, memperluas jangkauan pemasaran, serta mendorong peningkatan pendapatan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata kami dari mahasiswa KKN dalam mendukung pengembangan UMKM dan pertumbuhan ekonomi nagari. Sinergi antara mahasiswa, pelaku UMKM, dan pemerintah nagari diharapkan dapat terus terjalin guna mewujudkan nagari yang mandiri, berdaya saing, dan siap menghadapi perkembangan di era digital.(*)
Editor : Redaksi