MTsN 1 Ponorogo Gelar Parenting Skill, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Madrasah Bentuk Generasi Alpha Berkarakter Islami

Reporter : Bayu

Ponorogo, beritaplus.id | MTsN 1 Ponorogo menggelar kegiatan parenting skill bagi wali murid dan siswa kelas VIII di Gedung PGRI Ponorogo, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya pendidikan karakter bagi anak di era digital.
Kegiatan yang diinisiasi keluarga besar MTsN 1 Ponorogo yang berada di Kecamatan Jetis tersebut dibuka oleh Plt Kepala Kementerian Agama Ponorogo yang diwakili Kasi Pendidikan Madrasah, Dr. Nastain.
Mengusung tema “Sinergi Orang Tua dan Madrasah Dalam Membina Generasi Alpha Berkarakter Islami”, kegiatan menghadirkan narasumber Lisa Devi Dian Arifia.
Kepala MTsN 1 Ponorogo, Taufik Effendi mengucapkan syukur atas terselenggaranya kegiatan parenting skill tersebut. Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi orang tua maupun siswa.
“Atas nama pimpinan MTsN 1 Ponorogo mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak ibu wali murid yang telah berkenan hadir di tengah kesibukan, masih mau menyempatkan waktu dan kesempatannya demi kebaikan dan masa depan anak-anak kita semuanya,” ujarnya.
Taufik menegaskan bahwa madrasah telah berupaya maksimal dalam membimbing, mendampingi, mengajar dan mendidik siswa, khususnya kelas VIII yang dinilai sebagai fase sangat krusial dalam perkembangan anak.
Menurutnya, diperlukan sinergi kuat antara madrasah dan orang tua dalam menghadapi tantangan generasi Alpha di era modern saat ini.
“Besar harapan kita menjadikan anak yang pandai dan cerdas secara ilmu pengetahuan. Tetapi di balik itu harus diimbangi dengan akhlak yang mulia,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendidikan karakter di MTsN 1 Ponorogo telah diterapkan melalui berbagai pembiasaan positif seperti sholat berjamaah, membaca Al-Qur’an serta pembinaan akhlakul karimah.
Sementara itu, Kasi Pendma Kemenag Ponorogo Dr. Nastain mengapresiasi terselenggaranya kegiatan parenting skill tersebut. Ia menilai penguatan pendidikan karakter dan penanaman nilai positif akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak.
Menurutnya, di era globalisasi saat ini pengawasan terhadap anak menjadi semakin penting sehingga diperlukan kolaborasi antara orang tua, guru dan madrasah.
“Dengan parenting skill, kuatkan sinergi antara orang tua dan madrasah yang tertuang dalam tiga pilar pendidikan, yakni orang tua, anak dan guru yang tidak bisa dipisahkan,” tegasnya.
Nastain berharap kegiatan tersebut mampu mendekatkan hubungan orang tua dengan anak serta memperkuat hubungan orang tua dengan madrasah demi mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045.
Pada sesi utama, narasumber Lisa Devi Dian Arifia memaparkan tentang karakteristik generasi Alpha yang lahir dan tumbuh sepenuhnya di era digital.
Dipandu moderator Suntik Mahliya, peserta terlihat antusias mengikuti jalannya pemaparan materi.
Lisa menjelaskan bahwa generasi Alpha merupakan generasi pertama yang benar-benar hidup berdampingan dengan teknologi canggih sejak lahir. Karena itu, pendidikan karakter dan pengawasan orang tua menjadi sangat penting agar anak tetap tumbuh dengan nilai-nilai positif dan akhlak yang baik.
“Mari kita perkuat komitmen kita terhadap pengawasan anak-anak. Sebab, keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak,” pungkasnya.(aw)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru