Ponorogo, beritaplus.id | Komitmen SMAN 3 Ponorogo untuk melestarikan budaya seni reyog Ponorogo patut diacungi jempol. Pelestarian peninggalan nenek moyang agar tidak hilang ditelan oleh jaman, bukan hanya menjadi tugas dan tanggungjawab pemerintah, namun semua elemen masyarakat.
Terlebih generasi muda, harus mengambil peran dalam melestarikan seni budaya dan kearifan lokal, demi menjaga harkat dan martabat daerah.
Baca juga: HUT ke-37 SMAN 3 Ponorogo Meriah, SMAGA VAGANZA Hadirkan Nidji
Sekolah yang dinahkodai Suratno,S.Pd, M.Pd ini melalui kegiatan ekstra kurikuler Reyog Manggala Wiyata di hari Kamis, (28/5/2026) menggelar Sarasehan Budaya. Pembinaan pelestarian dan pengembangan kesenian reog, dihadiri tim pembina unit aktivis karawitan dan tari Universitas Brawijaya Malang.
Mengusung tema “Merajut Pelestarian dan Pengembangan Seni Reyog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO” sarasehan yang dihadiri Plt Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita kerja sama dengan Universitas Brawijaya Malang.
Dipilihmya Universitas Brawijaya, Unbra merupakan salah satu perguruan tinggi non-seni yang aktif melestarikan kesenian Reyog Ponorogo.
Hal ini terbukti dari konsistensi mereka mengikuti Festival Nasional Reyog Ponorogo, bahkan beberapa kali meraih juara.
Hebatnya lagi, Plt. Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita memberikan rekom dan arahan untuk fokus berlatih agar dapat menampilkan pertunjukan terbaik.
“Melalui kegiatan sarasehan ini, diharapkan siswa-siswa berprestasi di bidang seni yang merupakan lulusan SMAN 3 Ponorogo dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Brawijaya sesuai rekomendasi yang di berikan oleh pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui rekom Bupati,”ujar Bunda disertai applous peserta sarasehan.
Bunda Lisdyarita mengaku bangga dengan upaya anak-anak SMAN 3 Ponorogo secara konsisten nguri-nguri melestarikan seni reyog Ponorogo melalui kegiatan esktra kurikuler.
“Mudah-mudahan apa yang diuapayakan anak-anak SMAN 3 bisa terwujud reyog Ponorogo bisa lestari abadi tidak hanya anak SMA saja namun juga di jenjang PAUD juga mulai digalakan,”terangnya.
Baca juga: HUT ke-37 SMAN 3 Ponorogo, Semangat Saiyeg Saeka Kapti untuk Kebersamaan dan Prestasi
Disisi lain, Wakhid pembina Reyog Manggala Wiyata SMAN 3 Ponorogo mengaku persiapan untuk mengikuti festival ini telah dimulai sejak akhir bulan Desember lalu.
“Mulai Desember kita mulai dengan seleksi, latihan mandiri. Karantina dimulai bulan Pebruari dan hari ini Kamis 28 Mei 2026 kegiatan sarasehan budaya bersamaan karantina 4,”jelasnya.
Ia menambahkan kurang lebih 80 persen pemain merupakan siswa SMAN 3 Ponorogo yang masih duduk di kelas X dan XI dn sebagian kelas XII.
Sementara Kepala SMAN 3 Ponorogo Suratno, S.Pd, M.Pd menyambut peserta sarasehan ini dengan senang hati.
Baca juga: Latihan Keras Berbuah Manis, SMAN 3 Ponorogo Borong Juara Lomba Gerak Jalan dan Yel-Yel 2026
Pasalnya sarasehan yang bertempat di gedung edutorium Indraprasta dihadiri orang nomor satu di bumi reyog Bunda Hj. Lisdyarita, S.H.
Beberapa tokoh juga hadir seperti Suratno, S.Pd., M.Pd Kepala SMAN 3 Ponorogo, Dul Aziz komite sekolah, Hariyadi, S.Pd budayawan, Dr. Sasmito Pribadi, S.Pd, M.Pd pegiat seni sekaligus Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pacitan, Prof. Dr. Eng. Ir. Denny Widhiyanuriyawan, S.T, M.T, IPM perwakilan Universitas Brawijaya pembina UNITANTRI, didampingi Dr. Riyanto, M. Hum, praktisi dan civitas akademisi ISI Surakarta Ahmad Dipoyono, S.Pd., M.Pd, Setyaji, S.Pd dan Danar Hendratmoko, S.Sn., M.Pd.
Menurut Suratno, anak-anak yang melestarikan budaya ini merupakan ujung tombak, pelaku, pewaris seni budaya reyog Ponorogo sehingga ada sinergi antara Pemkab Ponorogo dengan Universitas Brawijaya Malang secara khusus.
“Dalam pelestarian reyog Ponorogo SMAN 3 Ponorogo menjadi yang terdepan SMA 3 nomor 3 tetapi prestasi harus nomor SATU sesuai dengan jargon SMAN 3 Ponorogo santun, cerdas, berprestasi, mendunia,”pungkasnya.(*)
Editor : Redaksi